METRO PESISIR

Wako Tota Balad Hadiri Rapat Bersama BP BUMN

×

Wako Tota Balad Hadiri Rapat Bersama BP BUMN

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI—Wali Kota Pariaman Yota Balad uasi menghadiri Rapat Koordinasi dengan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri Rapat Koordinasi dengan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria dalam rangka meningkatkan sinergi dan koordinasi antara BP BUMN dengan Pemerintah Daerah, yang digelar di Kantor BP BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan No.13, Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Rapat yang diinisiasi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah ini, diikuti seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta pengembangan ekonomi daerah.

Baca Juga  Komisi VIIII DPR RI, Dukung Kelanjutan Pembangunan Asrama Haji

Rakor ini membahas upaya percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur strategis di daerah, dimana Pembahasan mencakup hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, penguatan pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.

Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menyampaikan bahwa investasi adalah kata kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar yang dinilai masih relatif rendah. Dirinya menegaskan pertumbuhan ekonomi Sumbar sangat bergantung pada masuknya investasi, terutama di sektor produktif.

“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga  Ali Mukhni: Perantau Tunda Dulu Pulang Kampung

Ia menekankan, investasi yang didorong harus bersifat padat karya, agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta mendorong pemerintah daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurutnya, hilirisasi, dukungan infrastruktur, dan kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Selain itu, investasi juga harus melibatkan tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. “Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan daerah,” katanya.

Dony menyebut Sumbar memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, pengembangan pariwisata, kawasan kuliner tematik, serta proyek infrastruktur strateg. (efa)