BERITA UTAMA

Air Terjun Lubuak Tagaru Makan Korban, Wisatawan Asal Riau Tewas Tenggelam

×

Air Terjun Lubuak Tagaru Makan Korban, Wisatawan Asal Riau Tewas Tenggelam

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Polisi bersama warga mengevakuasi jenazah wisatawan asal Riau yang tewas tenggelam di Air Terjun Lubuak Tagaru, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO  Seorang wisatawan asal­ Lubuk Jering Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau tenggelam saat berwisata di pemandian di Jorong Banjaronah Nagari Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Pang­kalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Jumat (3/4).

Korban yang diketahui bernama Rendi Saputra Bangun (23) dilaporkan tenggelam usai mandi-mandi bersama temannya. Tim SAR gabungan bersama warga setempat langsung melakukan pencarian terhadap korban.

Setelah beberapa jam operasi pencarian, korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas terdekat lalu diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan dengan keadaan meninggal dunia (MD) dan dievakuasi ke puskesmas terdekat dan team balik kanan ke pos SAR 50 Kota,” ucap

Danpos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Roni Nur mengatakan, dari informasi lain yang berhasil dihimpun, sebelum kejadian, korban Rendi berang­kat dari Pekanbaru bersama sejumlah rekannya, Jumat pagi sekitar pukul 07.00­ Wib, korban bersama rekannya sempat mampir makan di Kawasan Kuok.

“Korban bersama rekannya memang tujuannya ke tempat wisata, dengan mengenderai dua unit sepeda motor.  Mereka sebelumnya sempat makan di Kawasan Kuok, dan sampai di lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 Wib. Mereka juga  membawa pemuda sekitar sebagai pemandu,” kata Roni Nur, Minggu (5/3).

Baca Juga  Pekerja Kabur sebelum Penggerebekan, Peralatan Tambang Ilegal di Sungai Batikan Dimusnahkan

Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kapolsek Pangkalan, AKP Hendra membenarkan ada­nya korban meninggal dunia akibat tenggelam di Pemandian Air Terjun Lu­buak Tagaru.

“Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, korban bersama rekannya mandi-mandi di Air terjun tujuh tingkat di Lubuak Tagaru. Saat terjatuh, korban langsung hilang tenggelam. Korban ditemukan sekitar pukul 17.45 WIB,” ucap AKP Hendra.

Mantan Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota itu juga menambahkan, usai dievakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas. Me­nurutnya, proses evakuasi terkendala sulitnya medan jalan ke lokasi.

“Lokasinya cukup jauh sekitar 5 KM jalan kaki, ini baru sampai Puskesmas, keterangan teman korban, korban jatuh karena diduga tergelincir,” ucapnya.

Disampaikan AKP Hendra, korban diduga terpeleset dan jatuh ke tingkat air terjun bagian bawah. Sebelum terjatuh, korban sempat meminta pertolongan kepada teman-temannya.

“Melihat kejadian tersebut, rekan korban segera turun ke bagian bawah air terjun untuk melakukan pencarian, namun korban tidak terlihat muncul ke permukaan,” ujar AKP Hen­dra.

Menurut AKP Hendra, upaya pencarian awal dilakukan dengan menyelam selama kurang lebih satu jam, namun korban belum ditemukan sehingga dua orang rekan korban kemudian meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga  Kembalinya PKS, Partai Koalisi Pengusung Pasangan Cabup-Cawabup Dharmasraya Annisa-Leli kembali Solid

“Setelah menerima laporan, kami bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Medan menuju lokasi diketahui cukup berat karena berjarak sekitar dua Kilometer dari permukiman warga, dengan kondisi ja­lan ekstrem dan hanya dapat ditempuh melalui jalan setapak dengan berjalan kaki,” tutur dia.

Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, kata AKP Hendra, pada pukul 17.45 WIB korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dieva­kuasi menggunakan tandu oleh personel kepolisian bersama masyarakat me­nuju permukiman warga, lalu dibawa ke Puskesmas Pangkalan untuk pemeriksaan medis.

“Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia dengan luka ro­bek pada bagian dagu sepanjang sekitar 1 sentimeter dan memar pada bagian dada,” jelasnya.

Pada malam harinya, ungkap AKP Hendra, pihak keluarga korban telah dihubungi oleh personel kepolisian. Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak dilakukan autopsi, serta akan membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum kepada pihak manapun. (uus)