PESSEL METRO – Tak mengindahkan himbauan dan tetap beroperasi, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang Galian C di Kecamatan Lenggayang, Rabu (21/8). Dalam penertiban itu, petugas mengamankan mesin dompeng dan pompa hisap sebagai barang bukti.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Pessel Dailipal mengatakan, penertiban yang dilakukan sebagai tindaklanjut keresahan warga terhadap kegiatan Galian C di lingkungannya. Dari laporan warga, kegiatan penambangan ilegal itu dilakukan di sepanjang aliran sungai Batang Lengayang dan Batang Meranti Lakitan Utara.
“Kita menegakkan Perda 01 Tahun 2016 tentang Trantibum pasal 20 huruf d, yaitu larangan melakukan eksploitasi galian pada DAS dan Pantai, yang dapat merusak kondisi sungai dan berpotensi menimbulkan kerusakan dalam skala lebih luas. Penertiban berlangsung aman dan lancar,” kata Dailipal.
Dailipal menambahkan, berdasarkan informasi dari warga serta petunjuk dan arahan dari Bupati, pihaknya menurunkan 30 orang anggotanya ke lokasi di Kecamatan Lenggayang. Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada pemilik tetapi mereka tetap beraktifitas, sehingga diambil tindakan tegas.
“Kita telah melakukan pendekatan secara persuasif dan memberikan peringatan. Bahkan mereka sudah menadatangani surat perjanjian atau pernyatan secara tertulis untuk tidak melakukan aktifitas penyedotan pasir dan krikil disepanjang aliran sungai Batang Lengayang dan Batang Meranti Lakitan Utara, namun mereka masih tetap melakukan kegiatan penambangan,” ungkap Dailipal.
Dailipal mengakui dirinya sangat menyayangkan para pemilik tambang yang membandel, sehingga pihaknya terpaksa menghentikan paksa semua kegiatan dan melakukan penyitaan sejumlah barang bukti seperti, Mesin Dompeng 1 unit, Pompa Hisap 1 unit l dan Karet poly 3 set.
“Semua BB di bawa ke Mako Satpol PP dan Damkar guna proses lebih lanjut. Di daratan Merantih Lakitan juga ditemukan 1 unit mesin dompeng, namun, sudah tiga bulan tidak lagi beroperasi, dan setelah di cek memang tidak ditemui tanda-tanda adanya aktivitas,” pungkasnya. (rio)






