KAMPAR — Produk batik dan jumputan binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (PLN UIP Sumbagteng) terus didorong untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar”, hasil kolaborasi PLN bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar dan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (DWP UP) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar.
Peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi produk kerajinan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah karya para perajin binaan PLN. Produk tersebut mengangkat kekayaan motif, warna, dan karakter budaya Kampar yang dikemas dalam bentuk fesyen modern.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Kampar bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, serta Ketua DWP UP Disperinaker Kampar melakukan kunjungan langsung ke Rumah Batik Moringa.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung proses pengembangan batik dan jumputan yang dilakukan Rumah Batik Moringa sebagai salah satu mitra binaan PLN UIP Sumbagteng.
Di Rumah Batik Moringa, rombongan melihat berbagai produk hasil pengembangan perajin, mulai dari kain batik dan jumputan hingga produk fesyen yang mengangkat karakter khas Kampar. Rombongan juga mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi, pengembangan motif, inovasi produk, serta upaya yang dilakukan untuk memperluas pemasaran.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke enam rumah batik di Kabupaten Kampar. Kehadiran jajaran pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan industri batik dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kampar.
General Manager PLN UIP Sumbagteng Achmadi Abbas mengatakan, pengembangan UMKM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
> “Kami ingin produk binaan PLN tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu berkembang secara mandiri dan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Batik dan jumputan Kampar memiliki potensi besar karena mengangkat identitas budaya lokal sekaligus dapat dikembangkan menjadi produk fesyen yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Achmadi.
Menurut Achmadi, kunjungan pimpinan daerah ke Rumah Batik Moringa menjadi bentuk dukungan positif terhadap keberadaan UMKM binaan.
> “Kami mengapresiasi perhatian Bapak Bupati Kampar beserta jajaran yang hadir langsung melihat perkembangan Rumah Batik Moringa. Kolaborasi seperti ini penting agar pelaku UMKM mendapatkan dukungan yang lebih luas, baik dalam pengembangan produk maupun akses pasar,” katanya.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengatakan, potensi batik dan jumputan di daerah tersebut perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi.
> “Kami melihat langsung bahwa para perajin memiliki kreativitas dan potensi yang luar biasa. Produk seperti Jilbab Jumputan ‘Pesona Kampar’ menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang modern sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Bupati Kampar juga mengapresiasi dukungan PLN UIP Sumbagteng dalam pembinaan pelaku UMKM di Kabupaten Kampar. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar mengatakan, peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” merupakan bentuk inovasi untuk membawa produk kerajinan daerah agar semakin dekat dengan kebutuhan pasar.
> “Kami ingin batik dan jumputan Kampar tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai produk fesyen yang modern dan memiliki daya tarik bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar mengatakan, kunjungan ke rumah-rumah batik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami kebutuhan para perajin secara langsung.
> “Kita ingin melihat apa yang menjadi kebutuhan para pelaku usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi, produksi hingga pemasaran. Dengan sinergi bersama PLN dan berbagai pihak, kami berharap industri batik Kampar dapat semakin berkembang,” ujarnya.
Pemilik Rumah Batik Moringa Nurhidayah Sari menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Kampar bersama jajaran serta dukungan PLN UIP Sumbagteng terhadap pengembangan usahanya.
> “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan mengembangkan batik serta jumputan Kampar agar bisa dikenal lebih luas,” ujar Nurhidayah.
Melalui sinergi PLN UIP Sumbagteng, Pemerintah Kabupaten Kampar, Dekranasda, DWP dan para pelaku UMKM, pengembangan batik dan jumputan Kampar diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” sekaligus menjadi bukti bahwa produk binaan PLN dapat dikembangkan dari potensi lokal menjadi produk fesyen bernilai tambah, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Kampar ke pasar yang lebih luas.






