METRO BISNIS

PLN UIP Sumbagteng Sosialisasikan Peninjauan Awal Rencana Jalur SUTT 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT

×

PLN UIP Sumbagteng Sosialisasikan Peninjauan Awal Rencana Jalur SUTT 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT

Sebarkan artikel ini
DIALOG—Ridho Wantora, Junior Officer Pengadaan Tanah dan Pengendalian Right of Way (ROW), bersama tim PLN UIP Sumbagteng menyosialisasikan awal pemeriksaan rencana jalur transmisi tenaga listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT.

DUMAI , METRO— PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Su­matera Bagian Tengah (U­IP Sumbagteng) melaksanakan sosialisasi awal pemeriksaan rencana jalur transmisi tenaga listrik Saluran Udara Tegangan Tin­ggi (SUTT) 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan awal untuk memastikan rencana pembangunan jaringan transmisi dapat dipersiapkan secara terukur dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kepentingan masyarakat di sepanjang rencana jalur.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Ridho Wan­tora, Junior Officer Pengadaan Tanah dan Pengendalian Right of Way (ROW), bersama tim PLN UIP Sumbagteng. Dalam kegiatan tersebut, ma­syarakat dan pihak terkait diberikan penjelasan mengenai rencana pemeriksaan jalur yang akan dilakukan, termasuk tujuan, ta­hapan kegiatan, serta aspek yang perlu diperhatikan dalam proses penyiapan jalur transmisi.

Pemeriksaan awal rencana jalur menjadi langkah penting sebelum tahapan pembangunan dilaksanakan. Melalui kegiatan tersebut, PLN melakukan identifikasi terhadap kondisi aktual di lapangan yang berada di sekitar rencana jalur transmisi. Informasi yang diperoleh nantinya menjadi bagian dari bahan evaluasi dan penyempurnaan proses penyiapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Dari sisi pengadaan tanah dan pengendalian ROW, pemeriksaan lapangan juga diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai bidang tanah, tanaman, bangunan, maupun objek lain yang berada di sekitar rencana jalur. Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses administrasi dan penyiapan tahapan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Peduli Terhadap Pers dan Pendidikan Anak, Hendri Septa Terima Dua Penghargaan

Ridho Wantora mengatakan, sosialisasi awal dilakukan untuk membangun pemahaman bersama sejak tahap awal proses penyiapan pembangunan jaringan transmisi.

“Sosialisasi awal ini dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi me­ngenai rencana pemeriksaan jalur SUTT 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT. Kami ingin memastikan setiap tahapan yang dilakukan PLN dapat dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dan pihak terkait,” ujar Ridho.

Menurut dia, pemeriksaan rencana jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pembangu­nan jaringan transmisi, tetapi juga membutuhkan koordinasi dengan ma­syarakat yang berada di sekitar lokasi rencana jalur. Karena itu, komunikasi sejak tahap awal menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran proses selanjutnya.

PLN juga membuka ruang komunikasi selama pro­ses pemeriksaan berlangsung. Masyarakat da­pat menyampaikan informasi mengenai kondisi di lapangan yang perlu menjadi perhatian dalam pro­ses pemeriksaan rencana jalur. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu PLN memperoleh data lapangan yang lebih akurat sekaligus memastikan tahapan penyiapan pembangunan berjalan secara tertib.

“Sebelum masuk ke tahapan berikutnya, kami perlu mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh. Karena itu, koordinasi dengan ma­syarakat dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam proses ini. Setiap informasi yang diperoleh akan menjadi bahan untuk mendukung proses penyi­apan pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ridho.

Baca Juga  Usai TPA Regional Sumbar Longsor, Ketua LKAAM Minta Pemprov Bertanggungjawab

Rencana pembangu­nan SUTT 150 kV Lubuk Gaung–Dumai New 2 CCT merupakan bagian dari pengembangan jaringan transmisi yang membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari perencanaan jalur, pemeriksaan kondisi lapangan, pengadaan tanah, hingga pengendalian ROW.

Tahapan tersebut dilakukan secara berkesi­nambungan agar pemba­ngunan infrastruktur transmisi tidak hanya memenuhi kebutuhan sistem ke­tenagalistrikan, tetapi juga memiliki proses penyiapan yang jelas dan terkoordinasi. Dalam pelaksanaannya, PLN berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan setiap tahapan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.

Ridho menambahkan, PLN akan melanjutkan koordinasi dan pemeriksaan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Pendekatan komunikasi sejak awal diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang sama mengenai rencana pembangunan serta meminimalkan potensi kendala dalam proses penyiapan jalur transmisi.

“Kami akan terus me­lakukan koordinasi dan komunikasi selama proses ini berlangsung. Harapannya, seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan transparan sehingga rencana pembangunan ja­ringan transmisi dapat dipersiapkan secara optimal,” tuturnya. (rel)