SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Wako dan Ketua TP-PKK Hadiri Wisuda Lansia, Memberdayakan Warga Lansia Tetap Sehat

×

Wako dan Ketua TP-PKK Hadiri Wisuda Lansia, Memberdayakan Warga Lansia Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
WISUDA LANSIA— Wali Kota Sawahlunto Ruyanda Putra saat menghadiri wisda lansia bersama Ketua TP-PKK Ny. Yori Gemitia Riyanda.

SAWAHLUNTO, METRO— Wali Kota Sawahlunto Ri­yanda Putra bersama Ketua TP-PKK Ny. Yori Gemitia Ri­yanda mewisuda 30 peserta Sekolah Lansia Lansia Sehat dan Bugar (Lasegar) Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan, Kecamatan Lembah Segar, Selasa 29 September 20­26­Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Sawahlunto untuk memberdayakan warga lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, aktif, ceria dan produktif melalui pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia.

Sebanyak 30 peserta me­ngikuti Sekolah Lansia Lasegar, terdiri atas lima laki-laki dan 25 perempuan dengan rentang usia 60 hingga 82 tahun. Selama mengikuti program, peserta mendapatkan edukasi dari instruktur Dinas Kesehatan Pengendalian Pen­duduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk-KB) dengan materi yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan lansia.

Rangkaian pertemuan ti­dak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga memperkuat interaksi dan silaturahmi antarpeserta. Pola kegiatan tersebut memberi ruang bagi lansia untuk tetap aktif, memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan, serta menjaga keterlibatan me­reka dalam lingkungan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Wako Riyanda Putra mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lansia Lasegar dan meminta perangkat daerah terkait meningkatkan pendampingan secara lebih intensif.

Ia mengarahkan agar materi kesehatan diperkuat, tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga kesehatan psikis, sehingga edukasi dan pendampingan yang di­berikan benar-benar menjawab kebutuhan lansia da­lam menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Pemkab Sijunjung Usulkan Buya Syafii Maarif Jadi Pahlawan Nasional

Di samping itu, Wako Ri­yanda Putra juga mendorong kelurahan lain untuk mereplikasi atau mencontoh program tersebut dengan me­nyesuaikan materi dan pola pendampingan dengan kondisi lansia di wilayah masing-masing. “Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Lansia diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi ruang pendampingan yang membantu lansia tetap sehat, aktif, man­diri dan terhubung dengan lingkungan sosialnya,” ujar Riyanda.(pin)