SOLOK, METRO– Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kajati Sumbar), Dedie Tri Hariyadi, SH, MH serta jajaran Kejaksaan di Sumbar, mengunjungi daerah yang terdampak bencana banjir bandang (galodo) di wilayah Solok, Rabu (23/9).
Hadir mendampingoi Kajati Sumbar, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati), Asisten Intelijen, Asisten Pidana Militer, para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).
Kunjungan tersebut bentuk kepedulian dan kehadiran jajaran Kejaksaan RI di tengah masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kejati Sumbar melihat secara langsung kondisi masyarakat dan wilayah yang terdampak sekaligus memastikan dukungan kemanusiaan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Kejaksaan RI melalui Kejati Sumbar telah menyiapkan Posko Peduli Bencana Solok serta dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap bencana.
Selain menyiapkan posko dan dapur umum, jajaran Kejati Sumbar juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1,5 ton beras serta berbagai bantuan makanan untuk masyarakat terdampak bencana banjir galodo.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan selama berada dalam kondisi darurat.
Dedie menyampaikan, dalam situasi bencana, kehadiran negara dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Kejaksaan tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan dukungan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi musibah.
“Melalui Posko Peduli Bencana dan dapur umum ini, kami ingin memastikan Kejaksaan hadir bersama masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita terdampak bencana,” ujar Dedie melalui rilis yang disampaikan Kasi Penkum Kejati Sumbar, Sldi, SH, MH.
Kejati Sumbar juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada warga yang terdampak bencana serta menjaga semangat gotong royong selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.(rel/fan)






