BERITA UTAMA

Budaya Masyarakat Saniang Baka Dikemas Digital

×

Budaya Masyarakat Saniang Baka Dikemas Digital

Sebarkan artikel ini
Sekolah Vokasi UNP bersama masyarakat Nagari Saniang Baka mendorong dokumentasi tradisi Minangkabau.

PADANGPANJANG, METRO– Upaya menjaga warisan budaya Minangkabau terus dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, perguruan tinggi bersama masyarakat Nagari Saniang Baka mendorong dokumentasi tradisi Minangkabau.

Khususnya adat baralek, agar dapat dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut bagian dari sinergi perguruan tinggi dengan nagari dalam menjaga kekayaan budaya lokal.

Tradisi yang selama ini banyak diwariskan melalui cerita dan praktik secara turun-temurun, mulai dikemas kembali dalam bentuk informasi digital.

Langkah ini diharapkan membuat dokumentasi budaya lebih mudah diakses, dipahami, sekaligus menarik bagi generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

Program pengabdian ini diinisiasi tiga program studi di Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP).

Ketiganya yakni Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Program Studi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis, serta Program Studi Animasi.

Baca Juga  Audy Joinaldy Gelar Kompetisi Membuat Dua Bait Pantun Minang

Kolaborasi tersebut menggabungkan aspek pengelolaan informasi, teknologi, pemetaan, dan kreativitas visual dalam mendukung dokumentasi budaya.

Selain fokus pada dokumentasi budaya, rangkaian kegiatan juga dikembangkan melalui program Content Intelligence for School Libraries, berupa pelatihan Smart Filtering literatur anak dan remaja berbasis Content Analysis.

Tahap pertama dilaksanakan 9 Juli 2026 dengan melibatkan siswa SD dan SMP sederajat se-Kota Padang Panjang, untuk memetakan kebutuhan serta minat mereka terhadap literatur.

Tahap kedua digelar 21 Juli 2026 dengan peserta pustakawan, tenaga perpustakaan dan guru Bahasa Indonesia tingkat SD dan SMP sederajat se-Kota Padang Panjang.

Kegiatan tersebut membahas pemetaan pendekatan yang digunakan sekaligus sosialisasi program.

Tahap ketiga dijadwalkan pada 6-9 Oktober 2026 berupa evaluasi pada sejumlah sekolah yang dijadikan sampel.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, pustakawan dan tenaga perpustakaan, serta perwakilan siswa SD dan SMP sederajat.

Baca Juga  Peduli Dampak Virus Corona (Covid-19), Miswar Jambak, SH Bagikan 600 Paket Sembako

Tim pengabdian diketuai Dr. Yona Primadesi, M.Hum. Materi pengantar disampaikan Dr. Dian Hasfera, M.I.Kom., M. Fadli, M.I.Kom., dan Jeihan Nabila, M.I.Kom.

Sedangkan materi utama disampaikan Andi Saputra, S.Kom., M.Kom. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias hingga acara berakhir.

Pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam kemas ulang informasi menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Dokumentasi budaya diharapkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pengenalan budaya Minangkabau.

Dengan demikian, nilai-nilai adat yang telah diwariskan sejak lama dapat terus hidup dan menjangkau generasi muda melalui kemasan informasi yang sesuai perkembangan zaman.(fan)