METRO PESISIR

Perkuat Budaya Siaga Bencana dengan Bundo Tangguh

×

Perkuat Budaya Siaga Bencana dengan Bundo Tangguh

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN BUNTANA— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis memberi sambutan saat pengukuhan BUNTANA dalam kegiatan sosialisasi di Hall IKK Parik Malintang.

PDG.PARIAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hingga kini memperkuat upaya membangun budaya siaga bencana dengan me­ngu­kuhkan Bundo Tangguh Bencana (BUNTANA).  Program yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu menempatkan perempuan seba­gai penggerak utama kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan masyarakat.

Pengukuhan BUNTANA dilakukan dalam kegiatan sosialisasi di Hall IKK Parik Malintang, kemarin, diikuti 117 peserta dari Kepala Perangkat Daerah, Ketua Unit Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Ketua PKK Kecamatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas masyarakat meng­hadapi ancaman ben­cana yang kerap melanda wilayah Padangpa­riaman.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis me­ngatakan, ketangguhan menghadapi bencana ha­rus dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Da­lam konteks itu, perempuan memegang peran yang sangat penting karena menjadi pendidik pertama bagi anak, pengelola rumah tangga, sekaligus pengambil keputusan saat situasi darurat. “Melalui BUNTANA, kita ingin melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga dan masyarakat,” kata John Kenedy Azis.

Baca Juga  Desa dan Kelurahan Ditarget Miliki Data Statistik

Menurut dia, Padangpariaman merupakan sa­lah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Pengalaman menghadapi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang sepanjang 2025 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan ma­syarakat tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mengu­kuhkan tiga tokoh perempuan sebagai Bundo Tangguh Bencana, yakni Ny. Nita Christanti Azis dari TP-PKK Kabupaten Padangpariaman, Ny. Resty Yulandari Rahmat dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Ny. Reni Hendra Aswara dari Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Kepala Pelaksana B­PBD Kabupaten Padangpariaman Emri Nurman menjelaskan, program BUNTANA dirancang untuk me­ningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kete­ram­pilan perempuan dalam mitigasi serta penanggulangan bencana.

Selain memperkuat kesiapsiagaan keluarga, program ini diharapkan mendorong partisipasi aktif perempuan di tingkat nagari dan kecamatan dalam mem­bangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. “Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Perempuan memiliki posisi strategis untuk menanamkan pengeta­hu­an dan perilaku siaga bencana di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  BPSK Kota Pariaman Terima 11 Pengaduan

Kegiatan tersebut me­ng­hadirkan narasumber dari BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Supriyadi, S.Tr., Geof., dan Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Sumatera Barat, Pa­tra Rina Dewi, S.Si., M.Sc. Keduanya memberikan pembekalan mengenai mi­tigasi bencana, pengena­lan ancaman hidrometeorologi dan gempa bumi, serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan masyarakat.

Acara turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pim­pinan Daerah (Forkopimda), staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran mereka menjadi penegasan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk memperkuat budaya sadar bencana melalui pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama ketahanan keluarga. (efa)