DHARMASRAYA, METRo–Nasib tragis dialami salah seorang karyawan di pabrik pengolahan kelapa sawit PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL), Jorong Palo Koto, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya. Pasalnya, ia tewas gegara mengalami kecelakaan kerja pada Jumat (24/7).
Korban diketahui bernama YP (49), yang bekerja sebagai mandor maintenance di pabrik CPO tersebut. Peristiwa itu sontak menghebohkan para pekerja yang di lingkungan pabrik. Korban yang digulung mesin conveyor, dilaporkan mengalami luka parah hingga meninggal di lokasi kejadian.
Usai insiden tersebut, aktivitas di pabrik sempat dihentikan sementara. Pihak Kepolisian dari Polres Dharmasraya yang mendapat laporan adanya kecelekaan kerja, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga kini, Polisi pun masih melakukan penyelidikan terkait adanya kelalaian terkait sistem keselamatan kerja yang diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta sistem pengamanan mesin saat melakukan perawatan.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, korban ditemukan mengalami kecelakaan saat berada di area mesin conveyor yang sedang beroperasi ketika melaksanakan kegiatan pengecekan. Rekan kerja dikabarkan bahkan sempat mendengar teriakan korban segera menghentikan operasional mesin melalui panel kontrol dan bersama karyawan lainnya melakukan evakuasi.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Saat dikonfirmasi, Polres Dharmasraya AKBP Kartyana mengatakan bahwa pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab dan rangkaian peristiwa tersebut.
“Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait untuk mendalami seluruh fakta yang ada, sehingga penyebab pasti kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil penyelidikan,” tegas dia.
AKBP Kartyana turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau seluruh perusahaan agar senantiasa memperkuat penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan kerja.
Sementara itu, pihak perusahaan belum memberikan konfirmasi terkait kejadian nahas tersebut. Kini, masyarakat mendesak agar kasus tersebut dibuka terang kepada Publik, bagaimana penyebabnya, apakah ada kelalaian atau sebagainya. (*)






