BERITA UTAMA

Pedagang Buah Tewas Tergeletak di Toilet Masjid, Keluarga Tolak Autopsi

×

Pedagang Buah Tewas Tergeletak di Toilet Masjid, Keluarga Tolak Autopsi

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat di toilet masjid, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

PADANG, METRO– Seorang pria paruh baya ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai  toilet Masjid Nurul Yaqin, RT 01 RW 04, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (23/7) sekitar pukul 00.23 WIB.

Korban diketahui bernama Bastianto, yang akrab disapa Anto, berusia 58 tahun. Ia sehari-hari bekerja sebagai penjual buah yang beralamat di kawasan Sekuliek, Koto Panjang, Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Penemuan itu sontak membuat warga setempat heboh dan berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Warga pun kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada pihak Kepolisian.

Tak berselang lama, personel Polsek Koto Tangah bersama Tim Inafis Polresta Padang datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke rumahnya untuk disemayamkan.

Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Zaipuldi (45), war­­ga Surau Gadang, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, yang juga berprofesi sebagai pedagang.

Baca Juga  Napi Asimilasi ‘Bagak’ Ditatap Langsung Tusuk

“Saat berada di area Masjid Nurul Yaqin, saksi melihat sepasang sandal masih berada di tempat parkir masjid. Kondisi ter­sebut menimbulkan kecurigaan sehingga ia berinisiatif memeriksa ke­ada­an di sekitar lokasi. Ketika mengecek ke toilet masjid, saksi mendapati pintu da­lam keadaan terkunci dari dalam. Karena tidak ada jawaban dari dalam, saksi kemudian mencari bangku untuk melihat kondisi di balik pintu,” ujarnya.

Setelah mengintip dari bagian atas toilet, kata Ipda Wadhi, saksi melihat seorang pria tergeletak di da­lam ruangan dalam kondisi tidak bergerak. Temuan itu kemudian segera diberitahukan kepada warga sekitar. Warga selanjutnya menghubungi pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel piket SPKT, Res­krim, Lantas, Bhabinkamtibmas, serta Tim Identifikasi Polresta Padang langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Proses penanganan di tempat kejadian perkara dipimpin oleh Perwira Pengawas Pamapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika,Petugas melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Saat petugas tiba di lokasi, jenazah diketahui telah dievakuasi oleh pihak keluarga. Selanjutnya, polisi melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk melengkapi laporan kejadian,” ujar Ipda Wadhi.

Baca Juga  2 Pelaku Spesialis Curanmor Ditangkap di Kota Padang, Salah Satunya Residivis dan Beraksi di 10 TKP

Selain Zaipuldi, kata Ipda Wadhi, petugas juga meminta keterangan dari Restunaldi (49), warga Simpang Tabing, RT 001 RW 004, Kelurahan Bungo Pa­sang, Kecamatan Koto Ta­ngah, yang mengetahui peristiwa itu. Meski begitu, berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan visum luar maupun visum dalam terhadap jenazah.

“Penolakan itu di­per­kuat dengan surat pernyataan yang ditandatangani keluarga. Polresta Pa­dang menyatakan penanganan terhadap peristiwa tersebut telah dilakukan sesuai prosedur. Hingga laporan dibuat, tidak ditemukan adanya keberatan dari pihak keluarga, sementara penyebab pasti meninggalnya korban belum disampaikan oleh pihak kepolisian,” tandasnya. (ped)