BERITA UTAMA

Menpar Widiyanti Minta Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Pariwisata

×

Menpar Widiyanti Minta Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
RAPAT— Menpar Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rencana strategis Kemenpar dan kebutuhan anggaran pada 2027 mendatang saat rapat di DPR pada Rabu (17/6).

JAKARTA, METRO–Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meminta mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,01 triliun dari pagu indikatif Kemenpar Tahun Anggaran 2027. Dengan usulan tambahan itu, maka total kebutuhan anggaran ideal kemenpar tahun 2027 mencapai Rp 3 triliun.

Hal itu disampaikan Wi­diyanti saat memaparkan Laporan Keuangan Kemen­terian Pariwisata Tahun Anggaran 2025 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Dalam kesempatan itu, Widiyanti menegaskan pentingnya mendukung target pembangunan sektor pariwisata yang lebih tinggi. “Kami berterima kasih atas dukungan DPR atas permohonan kami ini,” jelasnya.

Widiyanti menyebut, kondisi pengelolaan keuangan Kementerian Pariwisata sepanjang 2025 berada dalam keadaan sehat.

“Rapat kerja hari ini menjadi ruang dialog antara Pemerintah dan DPR untuk memastikan bersama bahwa rupiah anggaran negara dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Widiyanti.

Ia menjelaskan, realisasi anggaran pada Tahun Anggaran 2025 tercatat mencapai 95,52 persen dari pagu yang dapat digunakan.

Terdiri atas realisasi di Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen, Politeknik Pariwisata 93,66 persen, dan Badan Pelaksana Otorita 90,66 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 1,48 triliun.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Padang, Wali Kota Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Widiyanti juga menyampaikan, laporan keuangan atas penggunaan APBN Tahun Anggaran 2025 telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada awal Februari 2026 untuk menjalani proses audit.

Ia optimistis kementeriannya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sekaligus mempertahankan capaian tersebut yang telah diraih selama 10 tahun berturut-turut sejak 2015.

Ia membeberkan, realisasi fisik program telah mencapai 59,29 persen, sedangkan realisasi pembayaran anggaran mencapai 46,02 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan percepatan pelaksanaan program dan peningkatan penyerapan anggaran.

Widiyanti menegaskan, pihaknya akan terus menjaga akuntabilitas pengelolaan APBN, meningkatkan efekti­vitas belanja negara, serta memastikan setiap program memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyebut, pen­tingnya dukungan anggaran yang sejalan dengan target pembangunan sektor pariwisata yang terus meningkat pada 2027.

Baik dari sisi kunjungan wisatawan, devisa, investasi, maupun kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Oleh karena itu, kami berharap pembahasan me­ngenai kebutuhan anggaran dapat ditempatkan dalam kerangka untuk memastikan seluruh target tersebut dapat dicapai secara optimal,” tuturnya.

Baca Juga  Gibran Dukung Ide Prabowo Pembentukan Presidential Club

Selain memaparkan laporan keuangan, Widiyanti turut menyampaikan perkembangan kinerja sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2026 juga mengalami peningkatan dan berada pada kisaran 4,01 hingga 5 persen.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi tersebut naik sekitar 0,11 hingga 1,10 poin persentase.

Di bidang investasi, sektor pariwisata mencatat realisasi investasi sebesar Rp 25,34 triliun pada triwulan I 2026. Nilai tersebut melonjak 76,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027,” pungkasnya. (jpg)