KEBERHASILAN Timnas Mesir menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026 jadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola negara tersebut. Diperkuat mayoritas pemain liga domestik, untuk pertama kali The Pharaohs melangkah sejauh itu di ajang kompetisi sepak bola paÂling bergengsi di dunia.
Di balik prestasi timnas Mesir tersebut, ada satu faktor yang mendapat sorotan, yakni kuatnya kontribusi kompetisi liga domestik. Mayoritas pemain utama yang mengisi susunan sebelas pertama Mesir di piala dunia berasal dari klub-klub Liga Mesir.
Dari total 11 pemain inti, delapan di antaranya masih berkarier di kompetisi liga domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas liga lokal mampu menjadi fondasi utama bagi perkembangan timnas Mesir di piala dunia.
Dua klub terbesar, Al Ahly dan Pyramids, menjadi peÂnyumbang pemain terbanyak. Keduanya selama beberapa musim terakhir memang tampil konsisten, baik di kompetisi domestik maupun turnamen anÂtarklub Afrika.
Pengalaman bermain di level tinggi membuat para pemain lebih siap menghadapi tekanan ketika membela tim nasional. Sementara itu, hanya tiga pemain inti Mesir yang berkarir di luar negeri. Mereka adalah Omar Marmoush yang bermain untuk Manchester City, Mohamed Salah bersama Liverpool, serta Hamdy Fathy yang memperkuat Al Wakrah di Liga Qatar.
Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di luar negeri tentu memberikan tambahan kualitas, terutama dari sisi peÂngalaman menghadapi komÂpetisi elite. Namun, tulang punggung permainan Mesir tetap berasal dari pemain yang rutin tampil di Liga Mesir.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan tim nasional tidak selalu bergantung pada banyaknya pemain yang merumput di liga-liga Eropa. Kompetisi domestik yang kompetitif, stabil, dan mampu menghasilkan pemain berkuaÂlitas juga memiliki peran yang sama pentingnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Liga Mesir memang dikenal sebagai salah satu kompetisi terbaik di benua Afrika. Dominasi klub-klub Mesir di ajang Liga Champions CAF menjadi salah satu indikator bahwa kuaÂlitas kompetisinya terus berÂkembang.
Keberhasilan tim nasional di Piala Dunia semakin memperkuat anggapan tersebut. Liga domestik tidak hanya melahirkan pemain berkualitas, tetapi juga membangun chemistry antarpemain karena mereka sudah terbiasa bermain bersama di level klub.
Prestasi Mesir bisa menjadi contoh bahwa pembinaan pemain dan kualitas kompetisi lokal merupakan investasi jangÂka panjang. Ketika liga berjalan sehat dan kompetitif, tim nasional akan memperoleh manfaat secara langsung.
Kini, sejarah baru telah tercipta. Lolos ke babak 16 besar menjadi bukti bahwa fondasi yang dibangun melalui kompetisi domestik mampu memÂbawa Mesir bersaing di level dunia sekaligus mengukuhkan Liga Mesir sebagai salah satu kompetisi paling kuat di Afrika. (jpg)






