METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman, Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami dan Keselamatan Nelayan

×

Gubernur Sumbar Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman, Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami dan Keselamatan Nelayan

Sebarkan artikel ini
RESMIKAN HF RADAR BMKG—Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, teken peresmian operasional High Frequency (HF) Radar BMKG di kawasan Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (3/7).

PARIAMAN, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian operasional High Frequency (HF) Radar BMKG di kawasan Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (3/7).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang menyebut kehadiran teknologi pemantau laut tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya ancaman gempa bumi dan tsunami di pesisir barat Sumatera.

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga membutuhkan dukungan teknologi modern untuk meningkatkan akurasi pemantauan kondisi laut sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. “HF Radar ini ibarat mata yang mengawasi lautan dari daratan. Teknologi ini mampu memantau arah arus laut, tinggi gelombang, hingga perubahan kondisi laut secara real time. Informasi tersebut sangat penting untuk meningkatkan keselamatan nelayan, pelayaran, dan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, ma­sya­rakat Minangkabau sejak dahulu memiliki filosofi Alam Takambang Jadi Guru yang mengajarkan pentingnya memahami tanda-tanda alam. Di era digital saat ini, kearifan lokal ter­sebut semakin diperkuat dengan kehadiran teknologi yang mampu memberikan data ilmiah secara cepat dan akurat.

Baca Juga  LKKS Sumbar Gelar Rakor dengan LKKS Padang Panjang

Mahyeldi menilai keberadaan HF Radar tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau kondisi laut, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem peri­ngatan dini bencana yang dapat membantu mengurangi risiko serta dampak apabila terjadi gempa bumi maupun tsunami. Selain mendukung mitigasi bencana, data yang dihasilkan HF Radar dinilai memiliki manfaat luas bagi berbagai sektor strategis, mulai dari keselamatan transportasi laut, peningkatan produktivitas perikanan, pengelolaan sumber daya kelautan, hingga mendukung sistem keamanan dan pertahanan wilayah maritim Indonesia. “Kita ingin Sumatera Barat menjadi daerah yang tangguh menghadapi bencana se­kaligus mampu memper­kuat ketahanan nasional di bidang keamanan, pangan, energi, dan ekonomi maritim. Kehadiran HF Radar menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan tujuan tersebut,” katanya.

Mahyeldi juga meng­ungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2026 telah menambah empat unit Early Warning System (EWS) Tsunami yang diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem pemantauan BMKG. Integrasi ter­sebut diyakini akan meningkatkan efektivitas pe­nyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat pesisir.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, pemerintah pusat, serta mitra internasional dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis tek­nologi sehingga perlindu­ngan terhadap masyarakat semakin optimal.

Baca Juga  Galeri Rajut Bungo Rayo Resmi di Buka

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) II, yang bertujuan memperkuat jaringan observasi meteorologi maritim di Indonesia. Menurutnya, Sumatera Barat dipilih karena memiliki aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi serta berada di kawasan yang rawan gempa bumi dan tsunami akibat keberadaan zona subduksi di lepas pantai barat Sumatera. “HF Radar mampu memantau arus permukaan laut, karakteristik gelombang, dan ber­bagai parameter oseanografi secara berkelanjutan. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pelayaran, aktivitas nelayan, hingga sistem pendukung peringatan dini tsunami,” jelas Teuku Faisal.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik kehadiran HF Radar di daerahnya. Ia menilai fasilitas tersebut akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut. Yota berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BMKG terus berlanjut, termasuk dalam pembangunan shelter evakuasi tsunami di Kota Pariaman serta penguatan sistem informasi kebencanaan berbasis teknologi yang mudah diakses masyarakat. (efa)