BERITA UTAMA

Kanada Bidik Kejutan, Maroko Incar Lanjutkan Mimpi di Piala Dunia 2026

×

Kanada Bidik Kejutan, Maroko Incar Lanjutkan Mimpi di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

BABAK 16 besar Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pertandingan menarik antara Kanada melawan Maroko di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Minggu (5/7) pukul 00.00 WIB. Kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sama-sama menyingkirkan lawan tangguh pada babak 32 besar. Tiket menuju perempat final menjadi taruhan dalam duel yang diperkirakan berlangsung sengit ter­sebut.

Kanada mencatat sejarah baru pada tur­namen kali ini. Untuk pertama kalinya, Les Rouges berhasil me­lang­kah hingga ba­bak 16 besar Piala Du­nia. Pencapaian ter­sebut menjadi tong­gak penting dalam perkembangan sepak bola Kanada.

Keberhasilan Kanada menem­bus fase ini tidak diraih dengan mudah. Tim besutan Jesse Marsch harus bekerja keras sejak fase grup hingga babak gugur. Mental ber­tan­ding yang semakin matang men­jadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka.

Pada fase grup, Kanada mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Bosnia dan Her­zegovina. Mereka kemudian tampil luar biasa ketika meng­hancurkan Qatar de­ngan skor telak 6-0. Namun, pada pertandingan terakhir grup, Kanada harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 1-2.

Meski menelan satu kekalahan, Kanada tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup B. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sangat baik saat menghadapi Afrika Selatan. Les Rouges me­nang tipis 1-0 untuk memastikan tempat di babak 16 besar.

Kemenangan atas Afrika Selatan memperlihatkan karakter permainan Kanada yang semakin berkem­bang. Mereka memang tidak mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, disiplin bertahan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda.

Lini belakang Kanada tampil sangat solid sepanjang turnamen. Duet Moise Bombito dan Derek Cornelius mampu menjaga pertahanan tetap kokoh ketika berada di bawah tekanan. Organisasi pertahanan yang rapi menjadi fondasi permainan tim asuhan Jesse Marsch.

Di lini depan, Jonathan David kembali menjadi tumpuan utama Kanada. Penyerang tersebut telah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen. Ketajamannya dipadukan dengan kecepatan Tajon Bu­cha­nan dan Tani Oluwaseyi yang kerap merepotkan pertahanan lawan.

Salah satu kekuatan Kanada terletak pada kemampuan melakukan transisi cepat. Mereka mampu memanfaatkan ruang kosong ketika lawan kehilangan bola. Pendekatan ter­sebut diperkirakan kembali menjadi senjata utama me­ng­hadapi Maroko.

Meski demikian, Kanada masih kehilangan salah satu pemain penting di lini tengah. Ismael Kone dipastikan belum dapat tampil akibat mengalami patah kaki. Absennya gelandang berusia 24 tahun itu membuat Stephen Eustaquio memikul tanggung jawab lebih besar sebagai pengatur permainan.

Baca Juga  KPK Tegaskan WNA Pimpin BUMN Tetap Wajib Lapor LHKPN, Bisa Diusut Jika Korupsi

Eustaquio menegaskan timnya tidak gentar menghadapi Maroko. Menurutnya, keyakinan menjadi modal utama untuk menghadapi pertandingan fase gugur. “Saya pikir ketika bermain di babak gugur Piala Dunia, keyakinan itu sangat penting. Siapa tahu, jika kami bermain baik, kami bisa mewujudkan sesuatu. Kami memiliki tim yang spesial dan merasa seperti saudara. Saat kami berjuang satu sama lain, hal-hal istimewa bisa terjadi,” ujarnya.

Di kubu lawan, Maroko kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia. Setelah mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022, Atlas Lions kembali tampil kompetitif pada edisi 2026. Mereka kini menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan di fase gugur.

Perjalanan Maroko me­nuju babak 16 besar juga berlangsung cukup berat. Mereka mengawali turnamen dengan bermain imbang 1-1 melawan Brasil. Setelah itu, Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 dan menundukkan Haiti dengan skor 4-2.

Hasil tersebut membawa Maroko lolos sebagai runner-up Grup C. Tantangan sesungguhnya datang pada babak 32 besar ketika mereka berhadapan dengan Belanda. Pertandingan berlangsung sangat ketat hingga harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama adu penalti tersebut, kiper Yassine Bounou kembali menunjukkan kelasnya. Ia menggagalkan satu tendangan penalti Belanda yang menjadi titik balik kemenangan Atlas Lions. Ismael Saibari kemudian memastikan kemenangan Maroko melalui eksekusi penalti penentu.

Ketangguhan Bounou kembali menjadi bukti bahwa Maroko memiliki fondasi pertahanan yang sangat kuat. Selain penjaga ga­wang berpengalaman itu, lini belakang juga diperkuat Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd. Kombinasi tersebut membuat Maroko me­n­jadi salah satu tim dengan pertahanan paling disiplin di turnamen.

Maroko juga memiliki keunggulan dalam menguasai permainan. Saat menghadapi Belanda, me­reka mampu mencatat lebih dari 800 umpan sukses sepanjang pertandingan. Statistik tersebut menunjukkan kemampuan Atlas Lions dalam mengendalikan tempo laga meski me­ng­hadapi tekanan tinggi.

Di sektor tengah, krea­tivitas Brahim Diaz, Bilal El Khannouss, dan Neil El Aynaoui menjadi kekuatan utama. Ketiganya mampu menjaga aliran bola tetap hidup sekaligus membuka ruang bagi lini depan. Variasi permainan ini membuat serangan Maroko sulit di­pre­diksi.

Baca Juga  Rori Ismael Bobol Warung Bakso, Tabung Gas, TV dan Hp Diembat

Ismael Saibari menjadi salah satu pemain yang tampil paling menonjol sepanjang turnamen. Gelandang serang tersebut telah mengoleksi tiga gol dan terus menunjukkan performa impresif. Dukungannya terhadap lini depan membuat Maroko tidak bergantung pada satu pemain saja.

Pelatih Mohamed Ouah­bi mengakui timnya terus menunjukkan per­kem­bangan dari satu per­tandingan ke pertandingan berikutnya. Ia berharap para pemain mampu mempertahankan konsistensi saat menghadapi Kanada. “Kami terus berkembang, dan tujuan kami adalah terus meningkatkan performa,” ujarnya menjelang pertandingan.

Meski lebih diunggulkan, Maroko memiliki tantangan tersendiri. Mereka harus menjalani pertandingan hingga babak tambahan dan adu penalti saat menghadapi Belanda. Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama karena waktu pemulihan relatif lebih singkat dibandingkan Kanada.

Sebaliknya, Kanada datang dengan kondisi fisik yang sedikit lebih segar. Selain itu, mereka juga memperoleh keuntungan dari faktor geografis karena bermain di kawasan Amerika Utara. Dukungan suporter diperkirakan akan memberikan motivasi tambahan bagi skuad Jesse Marsch.

Secara taktik, Kanada diperkirakan kembali menerapkan pressing tinggi dan transisi cepat melalui Jonathan David serta Buchanan. Maroko kemungkinan akan lebih menguasai bola dengan mengandalkan kreativitas Brahim Diaz dan pergerakan Achraf Hakimi dari sisi kanan. Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi penentu jalannya pertandingan.

Laga ini juga menjadi ajang reuni bagi kedua tim. Kanada dan Maroko pernah bertemu pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Maroko berhasil menang 2-1 sebelum akhirnya melaju hingga babak semifinal.

Di atas kertas, Maroko memang sedikit lebih diunggulkan berkat pengalaman, kualitas individu, dan kematangan permainan yang mereka tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Kanada telah membuktikan bahwa mereka mampu melampaui berbagai ekspektasi dan mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026. Siapa pun pemenangnya akan melangkah ke babak perempat final untuk menghadapi pemenang pertandingan Paraguay melawan Prancis dalam upaya menjaga asa meraih prestasi tertinggi di turnamen ini. (*/rom)