BERITA UTAMA

Guru SD Tewas di Kamar Mes Polisi, Kasat Reskrim: Kita masih Tunggu Hasil Autopsi

×

Guru SD Tewas di Kamar Mes Polisi, Kasat Reskrim: Kita masih Tunggu Hasil Autopsi

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Guru SD ditemukan tewas di dalam kamar mes personel Polres Pessel.

PESSEL, METROSeorang guru laki-laki yang berstatusPegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditemukan meninggal di dalam mes Personel Kepolisian di Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sabtu dinihari (27/6).

Korban diketahui berinisial IPP (32), warga Kecamatan IV Jurai yang juga merupakan guru PPPK di salah satu SD di daerah setempat. Hingga kini, pihak kepolisian masih me­nunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pas­ti kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, Iptu Ai Am’ar Faradhyba membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB di salah satu kamar mes personel Polres Pesisir Selatan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, korban diketahui memiliki hu­bungan pertemanan dengan penghuni kamar mes tersebut. Sebelum kejadian, korban menumpang beristirahat di kamar personel tersebut. Sedangkan penghuni kamar mes sedang menjalankan tugas piket di Polres Pesisir Selatan,” jelas Iptu Al Amar, Senin (29/6).

Baca Juga  5 Hari Dicari, Balita Hisdanil Ditemukan Tewas Mengapung

Dijelaskan Iptu Al Amar,­ Setelah menyelesaikan tugasnya, pemilik kamar kembali ke mes dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bergerak. Ia kemudian meminta bantuan personel lain untuk membawa korban ke rumah sakit, namun setelah diperiksa korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil autopsi pada jasad korban. Apabila ada riwayat penyakit ataupun hal lainnya, nanti akan dijelaskan secara ilmiah melalui hasil autopsi,” jelasnya.

Iptu Al Amar menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana atas kematian korban, meski dari pemeriksaan awal tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan apda tubuh korban.

“Dari pemeriksaan awal,­ tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dicurigai menjadi pe­nye­bab kematian. Namun apabila nantinya ditemukan unsur kesengajaan atau tindak pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai fakta yang ada,” tegasnya.

Terpisah, orang tua kor­ban, Asna (56) menilai terdapat sejumlah kejanggalan terkait meninggalnya korban. Ia mengaku keluarga pertama kali men­dapat informasi dari pihak kepolisian pada Minggu (28/6) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga  MUI: Serangan Israel saat Salat Idul Adha Bukti Islamofobia

“Saat kami diberitahu oleh dua orang dari pihak kepolisian dan datang ke lokasi, kami melihat sudah ada mobil Inafis Polri, ambulans dan kendaraan kepolisian yang siaga di lokasi. Menurut kami ini menjadi salah satu hal yang menimbulkan pertanyaan,­” kata Asna.

Selain itu, ungkap Asna, ia mempertanyakan kondisi lokasi kejadian yang menurutnya belum dipa­sangi garis polisi saat keluarga tiba. Bahkan, pihak keluarga juga mengaku awalnya menerima informasi bahwa korban hanya mengalami pingsan dan diminta datang untuk melihat kondisinya di mes polisi.

“Pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIB kami diberitahu oleh Polisi bahwa Ingga pingsan. Namun setelah sampai di lokasi ternyata anak saya sudah meninggal dunia,” tutupnya. (*)