TIMNAS Afrika Selatan mencatatkan sejarah baru di panggung sepak bola dunia setelah memastikan langkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Kepastian itu diraih usai Bafana Bafana menundukkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 pada laga terakhir Grup A yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6) pagi WIB.
Gol tunggal kemenaÂngan Afrika Selatan dicetak Thapelo Maseko pada meÂnit ke-63. Pemain muda berusia 22 tahun itu sukses memanfaatkan umpan maÂÂtang Tshepang Moremi dalam sebuah skema serangan balik cepat yang menjadi penentu kemeÂnangan tim asuhan Hugo Broos.
Hasil tersebut membawa Afrika Selatan finis di posisi kedua klasemen akhir Grup A dengan koleksi empat poin. Mereka berada di bawah Meksiko yang tampil sempurna deÂngan menyapu bersih tiga kemenangan selama fase grup.
Keberhasilan melangkah ke fase gugur menjadi pencapaian bersejarah bagi Afrika Selatan. Dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, yakni pada edisi 1998, 2002, dan 2010 saat menjadi tuan rumah, mereka selalu gagal melewati fase grup.
Kemenangan atas Korea Selatan sekaligus menjadi puncak dari perjuaÂngan panjang Bafana Bafana di turnamen ini. Setelah mengawali kompetisi deÂngan kekalahan 0-2 dari Meksiko, Afrika Selatan mampu bangkit dan menjaga asa melalui hasil imbang 1-1 melawan Republik Ceko berkat gol pada menit-menit akhir.
Nasib mereka akhirnya ditentukan pada laga terakhir menghadapi Korea Selatan. Dengan hanya satu kemenangan yang dibutuhkan untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya, Afrika Selatan tampil disiplin dan penuh determinasi sepanjang perÂtandingan.
Sejak awal laga, Korea Selatan sebenarnya tampil lebih agresif. Tim asuhan Hong Myung-bo langsung mengambil inisiatif meÂnyerang dan berupaya meÂnekan pertahanan Afrika Selatan sejak peluit kick-off dibunyikan.
Tekanan yang terus dilakukan Korea Selatan semÂpat membuat Afrika Selatan kesulitan mengembangkan permainan. Namun, perlahan Bafana Bafana mulai menemukan ritme dan mampu keluar dari tekanan lawan.
Meski kalah dalam peÂnguasaan bola, Afrika Selatan tampil efektif saat meÂlakukan transisi menyerang. Setiap peluang yang didapat mampu dimanfaatkan untuk memberikan ancaman ke lini pertahanan Taegeuk Warriors.
Saat Korea Selatan terus menekan, justru Afrika Selatan berhasil memanfaatkan celah yang muncul di lini belakang lawan. Serangan balik cepat yang dibangun dari sisi kanan menjadi awal terciptanya gol kemenangan.
Pada menit ke-63, TsheÂpang Moremi meleÂpaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Maseko yang bergerak tanpa kawalan langsung menyambar bola dan meÂngirimnya ke gawang Korea Selatan untuk membawa Afrika Selatan unggul 1-0.
Gol tersebut langsung membangkitkan semangat para pemain Afrika Selatan. Sebaliknya, Korea Selatan terlihat semakin tertekan karena harus meÂngejar ketertinggalan demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Setelah unggul, Afrika Selatan memilih bermain lebih disiplin dan fokus menjaga pertahanan. StraÂtegi tersebut berjalan efektif karena Korea Selatan kesulitan menemukan ruang untuk menciptakan peluang bersih.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Afrika Selatan. Para pemain dan staf pelatih langsung merayakan keberhasilan tersebut deÂngan penuh sukacita karena menyadari arti penting kemenangan itu bagi sejarah sepak bola negaraÂnya.
Keberhasilan ini memastikan Afrika Selatan melangkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak ikut serta di Piala Dunia. Pada fase gugur nanti, Bafana Bafana dijadwalkan menghadapi Kanada yang berstatus runner-up Grup B dalam pertanÂdingan yang akan berlangsung di Inglewood, California.
Sementara itu, Korea Selatan harus menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka. Dengan posisi yang masih berada di persaingan peringkat ketiga terbaik, Taegeuk Warriors belum sepenuhnya tersingkir, namun peluang mereka kini bergantung pada hasil tim-tim lain. (*/rom)






