JAKARTA, METRO–PP PBSI seolah terus mendapat guncangan. Sebelumnya, hanya dua atlet yang mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung. Yaitu, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Namun, berikutnya ada petinggi yang ikutan mundur. Dia adalah Wakil Sekjen Rachmat Setiyawan.
Ketua Yayasan Pembangunan Jaya Raya Budi Karya Sumadi menyatakan, saat ini memang prestasi bulu tangkis Indonesia belum maksimal. “Tapi kami tidak kenal lelah ya. Kami berkomunikasi dengan PBSI untuk berbuat maksimal,” ujarnya.
Saat ini masing-masing klub melakukan effort yang luar biasa untuk bisa meningkatkan performa atlet. “Kalau dulu kita berlatih saja. Berlatih. Tapi kita tidak tahu situasi keadaan sebenarnya dari atlet,” katanya.
Oleh sebab itu, saat ini pihaknya menerapkan sports science hingga kesehatan sejak dini. “Kami periksa darah, periksa thorax, periksa tulang-tulang tungkai dan sebagainya,” ucapnya.
Dikatakannya, cek itu penting untuk menyiapkan atlet dalam kondisi yang memang siap untuk berlaga secara konpetitif di lapangan. “Setelah kita tahu kondisi kesehatannya, lalu kita lakukan dengan melakukan nutrisi yang baik. Lifestyle yang baik. Tidur yang cukup. Tapi satu hal yang tidak dapat kita lakukan adalah mental,” sebutnya.
Para pemain disebutnya butuh etos bertanding dan kedisiplinan yang lebih seperti Jepang dan Korea Selatan. “Oleh karenanya kami merangkul hati ke hati kepada mereka, agar mereka bersemangat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan itu dengan hati, berkegiatan, dan bekerja,” ucapnya. (jpg)






