METRO PESISIR

Bupati Padangpariaman Serahkan Proposal Peningkatan DAU

×

Bupati Padangpariaman Serahkan Proposal Peningkatan DAU

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN—Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis serahkan propoasl.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis hing­ga kini  terus melakukan berbagai langkah stra­tegis guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.  Salah satunya dengan mem­perjuangkan pe­ning­katan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Pa­dang­pariaman. Komitmen ter­sebut disampaikan langsung Bupati saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, di Jakarta, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman Hendra Aswara serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Muhammad Fadhly.

Pada kesempatan itu, John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini Ka­bupaten Padangpariaman yang masih membutuhkan dukungan fiskal yang kuat untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor pascabencana, terutama pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, meskipun Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus be­rupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dukungan dana trans­fer dari pemerintah pusat tetap menjadi instrumen penting dalam membiayai kebutuhan pembangunan daerah.

“Padang Pariaman saat ini sedang berjuang mempercepat proses pe­mulihan dan pembangu­nan pascabencana. Ba­nyak infrastruktur dan fasilitas publik yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya. Karena itu, kami berharap adanya perha­tian khusus dari pemerintah pusat melalui pening­katan alokasi DAU,” ujar John Kenedy Azis.

Baca Juga  Objek Wisata kembali Dibuka

Tidak hanya menyampaikan kondisi pascabencana, Bupati juga memaparkan sejumlah perkemba­ngan data strategis dae­rah yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam formulasi penghitungan DAU. Di an­taranya perubahan jumlah penduduk, pertumbuhan peserta didik, serta berbagai indikator lain yang memengaruhi kebutuhan fiskal daerah.

Ia menegaskan bahwa pembaruan data tersebut sangat penting agar formula pengalokasian dana trans­fer dapat mencerminkan kondisi riil dan kebutuhan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini. “Kami ingin memastikan bahwa data-data yang men­jadi dasar perhitungan transfer ke daerah benar-benar menggambarkan kebutuhan aktual ma­sya­rakat. Dengan begitu, kebijakan fiskal yang diambil pemerintah pusat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan da­erah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dae­rah secara langsung.

Ia menjelaskan bahwa peluang peningkatan dana transfer ke daerah terbuka sepanjang didukung oleh data yang valid, akurat, dan mutakhir sesuai komponen yang digunakan dalam formula penghitu­ngan DAU. “Peningkatan dana transfer ke daerah tentu dimungkinkan sepanjang didukung oleh pembaruan data yang menjadi bagian dari formula penghitungan DAU. Karena itu, validitas dan kelengkapan data menjadi hal yang sangat penting,” kata As­ko­lani.

Baca Juga  Berkat Dukungan Ranah dan Rantau, Pembangunan Kantor Nagari Kepala Hilalang Selesai

Usai audiensi dengan Dirjen Perimbangan Ke­uangan, pembahasan teknis dilanjutkan bersama Direktur Dana Transfer Umum, Sandy Firdaus. Per­temuan tersebut membahas secara lebih rinci mekanisme pembaruan data dan langkah-langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Pa­dangpariaman agar kebutuhan fiskal daerah dapat terakomodasi dalam kebijakan transfer ke daerah pada tahun-tahun mendatang.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berha­rap proses pembaruan data pendukung dapat se­gera ditindaklanjuti sehingga alokasi dana transfer yang diterima semakin sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah. Lang­kah tersebut diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, serta me­ningkatkan kualitas pela­yanan publik demi kesejahteraan masyarakat Pa­dangpariaman. (efa)