AGAM/BUKITTINGGI

Ikuti Program Rehabilitasi dan Kemandirian, Pemkab Agam Berangkatkan Dua Warga IV Koto ke Bengkulu

×

Ikuti Program Rehabilitasi dan Kemandirian, Pemkab Agam Berangkatkan Dua Warga IV Koto ke Bengkulu

Sebarkan artikel ini
PROGRAM REHABILITASI SOSIAL— Pemkab Agam melalui Dinsos memberangkatkan dua warga Kecamatan IV Koto, Anasrullah dan Esi Novrianti, untuk mengikuti program rehabilitasi sosial dan pembinaan kemandirian di Sentra Dharma Guna Bengkulu. Keduanya akan menjalani pembinaan selama enam bulan guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan hidup mandiri.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial memberangkatkan dua warga Kecamatan IV Koto, Anasrullah dan Esi Novrianti, untuk mengikuti program rehabilitasi sosial dan pembinaan kemandirian di Sentra Dharma Guna Bengkulu. Keduanya akan menjalani pembinaan selama enam bulan guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan hidup mandiri.

Keberangkatan kedua peserta dilepas langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, bersama jajaran Dinas Sosial, keluarga, dan pendamping, Selasa (9/6).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk ber­kem­bang dan meningkatkan kualitas hidup.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menjelaskan bahwa keberangkatan Anasrullah dan Esi Novrianti merupakan hasil proses pengusulan dan seleksi yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, seluruh calon penerima manfaat terlebih dahulu menjalani asesmen oleh pekerja sosial sebelum diusulkan ke Sentra Dharma Guna Bengkulu melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.

“Seluruh calon penerima telah melalui proses asesmen oleh tim pekerja sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam. Setelah persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, nama me­reka didaftarkan melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Kami kemudian menunggu surat pemanggilan dari pihak sentra,” ujar Villa Erdi.

Ia menjelaskan, keterbata­san kuota penerima manfaat mem­buat proses pemberang­katan harus menunggu giliran. Setelah menerima surat pemanggilan dari Sentra Dharma Guna Bengkulu, kedua peserta akhirnya dapat mengikuti program pembinaan yang telah dijadwalkan.

Baca Juga  Jambore BKMT ke-2 Tingkat Kabupaten Agam, Kecamatan Lubuk Basung Keluar sebagai Juara Umum

Di balik keberangkatan ter­sebut tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Meski memiliki keterbatasan, Anasrullah dan Esi Novrianti tetap menunjukkan semangat tinggi untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan diri.

Orang tua Anasrullah, Wes­­­rizal, mengungkapkan bah­­wa putranya pernah me­nem­­puh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Padang pada Jurusan Elektro hingga semester enam. Sementara Esi Novrianti juga sempat menempuh pendidikan di salah satu Universitas Islam Negeri di Sumatera Barat.

“Anak-anak kami memiliki keinginan besar untuk maju. Kami berharap program ini dapat menjadi jalan bagi mereka untuk memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri sehingga mampu hidup lebih mandiri,” ungkap Wesrizal.

Selama enam bulan ke depan, Anasrullah dan Esi Novrianti akan mengikuti berbagai kegiatan rehabilitasi sosial, bimbingan mental, pelatihan keterampilan, serta pembinaan kemandirian yang di­ran­cang untuk mempersiapkan mereka menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara lebih mandiri.

Dalam proses keberangkatan, Dinas Sosial Kabupaten Agam juga memberikan pendampingan penuh. Keduanya diantar langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hasneril bersama Erizal dan Afdi Febri menuju Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Pro­gram tersebut turut men­dapat dukungan dari Ba­dan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam yang membantu kebutuhan perjalanan dan kelancaran proses keberangkatan peserta.

Apresiasi terhadap langkah Dinas Sosial Kabupaten Agam juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Agam, Ais Bakri, bersama anggota Komisi IV, Jondra Marjaya, menilai program rehabilitasi sosial tersebut merupakan bentuk investasi kemanusiaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.

Baca Juga  Anak Nagari Sungai Batang Gelar Festival Kesenian

Menurut mereka, program seperti ini tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh masa depan yang lebih baik melalui peningkatan keterampilan dan kapasitas diri.

Dukungan serupa disam­pai­­kan Wakil Ketua DPRD Agam, Risman. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan Baznas menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi ma­sya­rakat yang membutuhkan per­hat­ian khusus.

Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menegaskan komitmen pemerintah da­erah untuk terus menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk ber­kem­bang dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan sosial,” tegas Benni Warlis.

Ketua Baznas Kabupaten Agam, Isman Imran, juga me­nyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas merupakan wujud kepedulian bersama dalam membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan sosial yang lebih baik.

Melalui program rehabilitasi dan pembinaan di Sentra Dharma Guna Bengkulu, diharapkan Anasrullah dan Esi Novrianti dapat kembali ke Kabupaten Agam dengan bekal keterampilan, kepercayaan diri, serta kemampuan hidup mandiri yang lebih baik untuk menata masa depan mereka. (pry)