PADANG, METRO—Musibah kebakaran melanda kawasan padat permukiman penduduk di Kompleks Vila Raya Indah Blok C 2, RT 002 / RW 011, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Selasa (9/6) sekitar pukul 14.10 WIB.
Satu unit rumah yang juga difungsikan sebagai depot air minum dan warung mengalami rusak berat akibat dilalap si jago merah. Bahkan, salah satu penghuni rumah mengalami luka bakar hingga harus dilarikan ke ruamh sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi mengatakan, setelah menerima laporan dari warga terkait adanya kebakaran di Keluarahan Alai Parak Kopi, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi.
“Petugas kami dari Peleton C menerima laporan pukul 14.10 WIB dan unit armada pertama langsung berangkat semenit kemudian. Kami mengerahkan kekuatan penuh agar api tidak meluas ke bangunan sekitar karena lokasi kebakaran berada di area padat permukiman dengan akses jalan yang kecil,” kata Rinaldi.
Rinaldi menambahkan, sebanyak 8 unit armada pemadam kebakaran beserta 90 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas berhasil menjinakkan api dan menyelesaikan proses penanganan pada pukul 15.08 WIB.
“Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Andri (62), api pertama kali terlihat dalam bentuk percikan dari arah dapur rumah milik Haryansyah (44). Percikan tersebut dengan cepat membesar dan merembet ke bagian depan bangunan yang dijadikan depot air dan warung,” jelas Rinaldi.
Dikatakan Rinaldi, akibat kejadian ini, bangunan seluas kurang lebih 20×10 m2 tersebut mengalami rusak berat. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp800 juta. Kendati demikian, kesigapan petugas di lapangan berhasil menyelamatkan aset sekitar yang nilainya diprediksi mencapai Rp 1,2 miliar.
“Area yang terancam sebenarnya cukup luas, berkisar 50×50 m2 dengan potensi dampak ke 10 bangunan di sekitarnya. Beruntung pergerakan cepat tim berhasil melokalisir api,” tutur Rinaldi.
Dijelaskan Rinaldi, kebakaran ini memaksa sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 8 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, seorang lansia bernama A Basli Sikumbang (82), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang, mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
“Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” tutup Rinaldi. (*)






