JAKARTA, METRO–Tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan konsolidasi internal. Dalam rapat perdana itu, fokus utama yang akan dilakukan adalah efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” kata Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kamis (4/6) sore
Menurut dia, meskipun anggaran program MBG saat ini tersisa Rp268 triliun setelah mengalami pemangkasan, BGN masih berupaya mencari ruang penghematan tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat.
“Kami concern, hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” ujarnya.
Nanik menjelaskan, terdapat empat langkah yang akan ditempuh dalam rangka efisiensi anggaran. Pertama, melakukan refocusing penerima manfaat. Kedua, memberlakukan moratorium pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
Selanjutnya, membenahi dapur SPPG yang sudah berdiri dan beroperasi agar memenuhi standar kualitas makanan dan sumber daya manusia. Terakhir, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.
“Itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan. Jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran,” ungkapnya. (jpg)






