BUKITTINGGI,METRO—Peristiwa kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di kawasan Kampung Baru, RT 02/RW 03, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi pada Kamis pagu (28/5).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB ini menghanguskan sedikitnya satu rumah non-permanen dan merenggut satu korban jiwa. Korban diketahui bernama Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga yang menghuni rumah tersebut bersama lima anggota keluarganya.
Mak Niza ditemukan meninggal dunia di dalam puing-puing bangunan yang sudah jadi arang, setelah api berhasil dipadamkan oleh Pemadam Kebakaran (Damkar).
Menurut keterangan Ketua RT setempat, Davidson (54), yang juga menjadi saksi mata di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah korban.
Mengingat material bangunan didominasi oleh bahan semi-permanen yang mudah terbakar, dalam sekejap api langsung membesar dan melahap seluruh bagian rumah.
“Saat berada di belakang rumah, saya melihat api sudah membesar dari rumah Mak Niza. Api begitu cepat menjalar,” ujar Davidson dalam keterangannya, Kamis (28/5)
Melihat situasi tersebut, Davidson bersama personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat langsung bergerak cepat menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi untuk meminta pertolongan.
Tragisnya, berdasarkan kesaksian warga di lokasi, Mak Niza sebenarnya sempat berhasil keluar menyelamatkan diri bersama anggota keluarga lainnya saat api mulai berkobar.
Namun, diduga karena panik dan ingin menyelamatkan barang berharga yang tertinggal, korban nekat menerobos kembali ke dalam rumah yang sedang diamuk si jago merah.
Aksi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihak keluarga maupun warga yang tengah fokus memadamkan api.
Korban diduga terjebak di dalam kobaran api yang kian membesar hingga akhirnya kehabisan oksigen dan ikut terbakar. Jasad korban baru berhasil dievakuasi oleh petugas setelah proses pemadaman total selesai dilakukan.
Pihak Damkar Kota Bukittinggi mengerahkan sejumlah armada untuk menjinakkan api dan mencegah perambatan ke bangunan lain di sekitarnya. Setelah api berhasil dikuasai, petugas langsung melanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Akibat peristiwa memilukan ini, satu kepala keluarga yang terdiri atas 6 jiwa kehilangan tempat tinggal. Selain menelan satu korban jiwa, kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp250 juta.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman dan kondusif, sementara penyebab pasti kemunculan api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 10.52 WIB.
“Personel Regu Yudha langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar satu menit kemudian untuk melakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Joni Feri.
Joni Feri menjelaskan, berdasarkan informasi di lapangan, korban sebenarnya sempat keluar dari rumah saat kebakaran mulai terjadi.Namun korban diduga kembali masuk ke dalam rumah karena ingin mengambil sesuatu.
“Info di lapangan, korban awal kejadian sudah keluar rumah. Namun karena ada sesuatu yang mau diambilnya dan tidak mau dilarang, korban memaksa diri masuk lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Bukittinggi Akmal Musyarif mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah korban.
“Informasi dari saksi, api terlihat menyebar dari dapur. Api cepat membesar karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu,” katanya.
Akmal menyebut, PMI Bukittinggi turut melakukan asesmen, menyiagakan layanan medis dan ambulans di lokasi kejadian.
Akmal menyebut rumah yang terbakar dihuni dua kepala keluarga dengan total lima jiwa. (pry)






