BERITA UTAMA

Waspadai Penyebaran Hantavirus, DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara

×

Waspadai Penyebaran Hantavirus, DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuk­nya virus hantavirus varian Andes ke Indonesia. Ia menegaskan, Indonesia sebelumnya telah mencatat kasus hantavirus tipe lain, yakni strain Seoul Virus.

“Meski angka repro­duksi dasar atau R0 hantavirus jauh lebih rendah dibanding Covid-19, langkah mitigasi yang komprehensif tetap harus dipersiapkan pemerintah, khu­susnya Kementerian Kesehatan,” kata Ravindra kepada wartawan, Kamis (21/5).

Perhatian dunia terhadap hantavirus me­ningkat setelah ditemukan kasus varian Andes di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina. Meski World Health Organization menyatakan risiko global virus tersebut masih rendah dan belum mengarah pada pan­demi seperti Covid-19, kewaspadaan dinilai tetap penting.

Ravindra menjelaskan, varian Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dalam waktu lama. Varian yang berasal dari Amerika Latin itu diketahui menyebabkan cardiopulmonary syndrome dengan tingkat kematian yang cu­kup tinggi, yakni sekitar 35–40 persen di wilayah endemik.

Baca Juga  Oknum Perwira Polisi Pesta Sabu di Kota Padang, Kabur saat Digerebek, Ditangkap saat Datang ke Polres, Kabid Propam: Pelaku Terancam Dipecat

Sementara itu, kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia berasal dari strain Seoul Virus. Penularannya terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus got dan tikus perkotaan, serta tidak menyebar antarmanusia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 tercatat 23 kasus terkonfirmasi hantavirus strain Seoul Virus di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia.

Kasus tersebar di sembilan provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Konsentrasi kasus tertinggi tercatat di Jakarta dan Jawa Barat.

Ravindra juga mendo­rong pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara, khususnya bandara internasional dan pelabuhan laut. Menurutnya, skrining kesehatan terhadap penumpang dari negara berisiko tinggi, terutama kawasan Amerika Selatan, perlu diperkuat guna mencegah masuknya varian Andes yang memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi dibanding strain Seoul.

Baca Juga  Mantan Anggota TNI Ditangkap Bawa Ekstasi

Selain pengawasan pintu masuk, ia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta memperketat pemantauan kesehatan di kawasan rawan seperti permukiman padat, gudang logistik, pelabuhan, dan wilayah pascabanjir.

Ia menekankan, upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hantavirus strain Seoul yang bersifat zoonosis dan selama ini banyak ditemukan di kawasan Eropa serta Asia.

“Ketahanan kesehatan nasional harus menjadi bagian penting dari ketahanan negara. Kita membutuhkan sistem mitigasi yang lebih terintegrasi mulai dari surveilans, laboratorium, kesiapan rumah sakit hingga respons cepat di dae­rah,” pungkasnya. (jpg)