AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui TP-PKK Kabupaten Agam berkolaborasi dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau serta Pemerintah Nagari Koto Malintang menggelar rapat persiapan penetapan lokasi program ketahanan pangan di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (11/5).
Kegiatan ini difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan lahan tidur sekaligus sebagai media pembinaan sosial dan ekonomi bagi warga binaan. Sebelum rapat digelar, rombongan terlebih dahulu melakukan survei lapangan guna memetakan area yang akan dijadikan lokasi pengembangan program.
Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, bersama Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, SH, Camat Tanjung Raya Al Hafidh, Ketua TP-PKK Kecamatan Tanjung Raya, serta Wali Nagari Koto Malintang. Turut hadir mendampingi dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Kepala Bidang Hortikultura Tika beserta jajaran terkait.
Dalam peninjauan tersebut, tidak hanya membahas desain kawasan, tetapi juga mulai merancang jenis tanaman yang akan dibudidayakan di lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi warga binaan.
“Melalui program ini, kita berharap hasil dari pemanfaatan lahan nantinya dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan kualitas kehidupan warga binaan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan tidur secara maksimal dapat menjadi sarana pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan, jika dikelola secara bersama dan terencana.
Ny. Merry juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk saling bersinergi agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata.
“Kolaborasi ini tidak akan berhasil tanpa dukungan bersama. Karena itu, mari kita saling mendukung dan berkontribusi sesuai peran masing-masing demi keberhasilan program ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, SH, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.
“Kami sangat mendukung program ini, karena selain memberikan keterampilan dan aktivitas positif bagi warga binaan, juga dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka ke depannya,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan kawasan percontohan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan warga binaan di Kecamatan Tanjung Raya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. Para peserta menikmati kopi bersama sekaligus melakukan panen tomat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi Rutan Kelas IIB Maninjau.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terwujud program berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta warga binaan. (pry)






