BERITA UTAMA

Dokter Magang Tewas Diduga Akibat Kerja Tanpa Libur, Sahroni Ingatkan Budaya Senioritas Merusak Mental

×

Dokter Magang Tewas Diduga Akibat Kerja Tanpa Libur, Sahroni Ingatkan Budaya Senioritas Merusak Mental

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

JAKARTA, METRODokter magang atau internship di Kuala Tungkal, Jambi bernama dr Myta Aprilia Azmy meninggal dunia secara tragis. Dia diketahui menjalani kerja tanpa libur hingga akhirnya jatuh sakit. Pada saat waktu libut, korban bersama dokter magang lainnya malah ditugaskan untuk mengecek bangsal 2-3 jam.

Kondisi kerja ini tidak sesuai dengan standar. Seharusnya dokter magang bekerja selama 40 jam per pekan atau 8 jam per hari. Sedangkan korban dan dokter magang lainnya tetap bekerja di hari libur.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kasus ini diusut tuntas oleh Polri dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adanya dugaan pelanggaran oleh rumah sakit atau dokter pendamping perlu didalami.

Baca Juga  Kakak Beradik Bobol Konter Voucher Internet di Kota Padang, Terekam CCTV, Korban Rugi Puluhan Juta

“Kalau benar ada dokter internship dipaksa bekerja melebihi batas aturan sampai tidak diberi waktu istirahat, maka ini sudah masuk adanya dugaan penyalahgunaan wewenang. Rumah sakit tempat penugasan dan dokter pendampingnya wajib diperik­sa. Polri bersama Kemenkes harus usut detail, bisa jadi ada tekanan sistematis di dalamnya,” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (8/5).

Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI ini menegaskan, praktik perploncoan arau senioritas berbasis intimidasi tidak boleh terjadi di lingkup pekerjaan. Sebab, akan berdampak buruk pada mental pekerja.

Baca Juga  Penjual Togel di Padangpariaman Ditangkap

“Lagian budaya senioritas dengan cara intimidasi, tekanan, dan memaksa junior bekerja di luar batas aturan itu sudah tidak zaman. Itu bukan mendidik, tapi merusak mental dan membahayakan keselamatan,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Sahroni meminta kepada dokter magang lainnya agar berani melapor bila menemukan ada intimidasi selama bekerja. Dia tak ingin peristiwa di Jambi terulang kembali.

“Saya minta para dokter internship yang menga­lami perlakuan seperti itu jangan takut melapor ke Kemenkes dan juga ke kepolisian. Praktik seperti ini harus dihentikan dan tidak boleh terulang di tempat lain,” pungkas Sahroni. (jpg)