PADANG, METRO—Satu unit rumah semi permanen di kawasan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, hangus dilalap si jago merah pada Rabu sore (6/5). Beruntung, musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Namun, kebakaran rumah yang diduga dipicu sambaran petir, mengakibatkan pemilik rumah mengalami kerugian hingga ratusan juta. Selain itu, penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara lantaran bangunan rumah sudah rata dengan tanah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 15.15 WIB.
“Tim langsung bergerak tiga menit setelah laporan masuk dan tiba di lokasi pada pukul 15.25 WIB,” ujarnya.
Budi Payan menuturkan, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan berhasil diselesaikan pada pukul 16.25 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Ridwan (31), yang melihat asap dan api dari rumah tetangganya.
“Warga sekitar menyebut rumah tersebut diduga tersambar petir sebelum akhirnya terbakar. Rumah yang terbakar diketahui milik Manis (68), seorang ibu rumah tangga. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” jelas Budi Payan.
Dijelaskan Budi Payan, bangunan berukuran sekitar 6 x 8 meter persegi tersebut mengalami kerusakan berat. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
“Petugas juga berhasil menyelamatkan aset di sekitar lokasi dengan nilai sekitar Rp750 juta, serta mencegah api merambat ke lima bangunan lain yang berada di area padat permukiman,” ujar dia.
Menurut Budi Payan, lokasi kejadian yang berada di daerah perbukitan dengan akses jalan sempit dan terjal sempat menjadi kendala bagi petugas dalam proses pemadaman.
“Sebanyak enam unit armada dengan total 70 personel dikerahkan ke lokasi. Selain Damkar Kota Padang, penanganan juga melibatkan unsur PLN, TNI, Polri, pihak kecamatan, kelurahan, serta KSB. Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya. (*)






