PESSEL METRO–Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan (Pessel) meringkus seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan di Kampung Tambang, Kenagarian Simpang Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Minggu malam (12/4).
Ditangkapnya pelaku berinisial AR (41) ini bukanlah tanpa alasan. Pelaku ternyata nekat mengedarkan narkotika jenis saun ganja kering kepada pelanggannya di wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan, untuk mendapatkan uang.
Usai ditangkap, petugas melakukan penggeledahan hingga ditemukanlah barang bukti berupa tujuh paket kecil ganja kering yang dibungkus menggunakan kertas nasi dan plastik hitam, satu unit telepon genggam, serta perlengkapan pendukung seperti gunting dan kotak berisi plastik klip.
Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP Hardi Yasmar membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, penegakan hukum ini sebagai respon cepat atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas peredaran barang haram di wilayah hukum Polres Pessel.
“Saat ini, tersangka AR beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Polres Pesisir Selatan untuk menjalani proses penyidikan dan pengusutan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKP Hardi Yasmar.
Ditambahkan AKP Hardi Yasmar, saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mendalami asal-usul barang haram tersebut serta mencari keterlibatan pihak lain dalam jaringan yang sama.
“Kita tidak akan berhenti pada satu pelaku saja. Kita akan korek keterangan dari pelaku hingga nantinya orang-orang yang terlibat dalam jaringan peredaran ganja bisa kita tangkap,” tutur AKP Hardi Yasmar.
AKP Hardi Yasmar mengungkapkan, penegakan hukum terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Pesisir Selatan dalam memerangi peredaran narkotika yang dinilai merusak generasi muda dan mengancam ketertiban masyarakat.
Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara aparat dan warga dinilai menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Pessel,” tutup dia. (rio)






