BERITA UTAMA

Permudah Layanan Mutasi Kendaraan ke Plat BA, Pemprov Sumbar Buka Klinik Layanan Bersama di Terminal Anak Air

×

Permudah Layanan Mutasi Kendaraan ke Plat BA, Pemprov Sumbar Buka Klinik Layanan Bersama di Terminal Anak Air

Sebarkan artikel ini
BERI ARAHAN— Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy memberikan arahan saat Temu Ramah bersama pengusaha se-Sumbar di Auditorium Gubernuran, Rabu (17/9).

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Ba­penda) membuka Klinik Layanan Bersama di Ge­dung Terminal Type A Anak Air Kota Padang pada awal Oktober mendatang.

Klinik ini hadir untuk mempermudah pelaku usa­­­ha transportasi maupun perkebunan sawit yang beroperasi di Sumbar me­la­kukan mutasi kendaraan mereka ke wilayah hukum Provinsi Sumbar, yakni plat nomor BA.

Wakil Gubernur Sum­bar, Vasko Ruseimy mene­gaskan, Sumbar saat ini berada pada fase penting pembangunan daerah. Na­mun, sumber pendapatan asli daerah (PAD) masih terbatas, sementara ke­butuhan pembangunan te­rus meningkat.

Tidak dipungkirinya, kondisi saat ini banyak ken­daraan operasional pe­rusahaan, khususnya di sektor transportasi dan perkebunan sawit, masih memakai plat nomor ken­daraan luar daerah.

“Padahal setiap hari kendaraan ini melintasi jalan kita, memakai infras­truktur kita. Tetapi pajak­nya justru masuk ke dae­rah lain. Sudahlah kenda­raannya besar dan beban­nya melebihi kapasitas, plat tidak BA juga. Sedih rasanya melihat kondisi ini,” ujar Vasko saat meng­hadiri Temu Ramah Ber­sama Pengusaha se-Sum­bar di Auditorium Guber­nuran  Rabu (17/9).

Vasko menilai potensi kebocoran PAD dari ma­rakn­ya kendaraan angku­tan non plat BA di Sumbar sangatlah besar. Padahal, jika seluruh kendaraan yang beroperasi di Sumbar dialihkan ke plat BA, ia meyakini tambahan PAD bisa mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.

Dana sebesar itu dapat dimanfaatkan untuk mem­perbaiki jalan rusak, mem­bangun sekolah, mening­katkan layanan kesehatan, serta mendukung program kesejahteraan masya­ra­kat. “Kami mengajak selu­ruh pengusaha berko­mit­men mengembalikan iden­titas kendaraan kita ke plat BA. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi kontri­busi nyata bagi masyarakat Sumbar,” tegas Vasko.

Baca Juga  Kisah 8 Dirham

Vasko juga menyoroti besarnya kontribusi per­kebunan kelapa sawit bagi perekonomian daerah. Mes­ki menghasilkan nilai produksi mencapai Rp3 triliun per tahun, aktivitas sawit juga menimbulkan beban infrastruktur.

Ia mengimbau perusa­haan sawit agar tidak ha­nya mengambil keuntu­ngan, tapi juga berkontri­busi dalam perbaikan jalan, pem­bangunan fasilitas pub­­lik, hingga pember­da­yaan masyarakat sekitar.

“Kami ingin sinergi sa­ling menguntungkan. Pe­merintah mendapat tam­ba­han PAD untuk pemba­ngu­nan, perusahaan mem­pero­leh kepastian hukum, per­bai­kan infrastruktur dan pe­layanan lebih baik,” jelasnya.

Dengan menghadirkan sebuah Klinik Layanan Bersama ini nantinya men­jadi bagian dari strategi Pemprov Sumbar tidak hanya meningkatkan dan mempermudah layanan kepada masyarakat wajib pajak. Tetapi juga meng­optimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor yang selama ini banyak bocor ke daerah lain.

“Dengan adanya tem­pat pelayanan khusus ter­padu, tidak ke mana-mana ngurusnya. Kalau perlu perusahaan yang ada niat baik, kita jemput, datangi kantornya. Tapi jangan ada yang main-main. Jangan ada cari peluang di situ. Kolekting seluruh data pe­rusahaan plat dari luar Sumbar, kita datangi satu-satu. Niatnya untuk mem­bantu perusahaan. Karena pengusaha juga ada be­ban,” tegasnya.

Kepala Bapenda Sum­bar Syefdinon menjelas­kan, Klinik Layanan Ber­sama menjadi solusi satu pintu bagi perusahaan tran­sportasi maupun perk­e­bunan sawit.

Di Klinik Layanan Ber­sama ini hadir petugas gabungan dari Bapenda, Dinas Perhubungan, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sum­bar, Ditlantas Polda Sum­bar, serta Dinas Penana­man Modal Pelayanan Ter­padu Satu Pintu (DPMP­TSP).  Sehingga seluruh proses mutasi atau balik nama kendaraan bisa dila­kukan secara cepat, ter­padu, dan efisien.

Baca Juga  Survei LSI: Gerindra dan Prabowo Nomor 1 di Sumbar, Andre Rosiade, Anggota DPR Pilihan Rakyat

“Di klinik nanti, kami siapkan tenaga dari ber­bagai OPD, termasuk tena­ga IT yang membantu pro­ses input data ke aplikasi. Semua layanan balik nama kendaraan ke plat BA akan diproses lebih cepat dan mudah,” jelasnya.

Bapenda Sumbar juga menggandeng BPTD Kelas II Sumbar melakukan pen­catatan kendaraan barang yang keluar masuk Sumbar di seluruh jembatan tim­bang yang ada.

Pendataan kendaraan angkutan barang yang me­lintasi wilayah Sumbar ini, menjadi  dasar kebijakan selanjutnya, agar semua kendaraan yang bero­pe­rasi di Sumbar terdaftar sebagai kendaraan plat BA.

“Kami imbau seluruh pengusaha angkutan ba­rang maupun sawit segera melakukan mutasi ken­daraan ke Sumbar. Pajak kendaraan bermotor ini sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program kesejahteraan masya­ra­kat,” ujarnya.

Syefdinon menambah­kan, Pemprov Sumbar juga mendorong agar peru­sa­ha­an rekanan mewajibkan armada yang digunakan sudah berplat BA. Dengan begitu, program ini tidak hanya bersifat imbauan, tetapi menjadi kese­pa­katan bersama demi ke­baikan daerah.

Melalui program ini, Pemprov Sumbar berha­rap seluruh pihak, teruta­ma pengusaha transpor­tasi dan perkebunan, me­maha­mi kontribusi mereka mela­lui pajak kendaraan ber­motor akan langsung kem­bali dalam bentuk pem­ba­ngunan daerah. (fan/adv)