BERITA UTAMA

Parsadaan Siala Sappagul Sambut Ramadhan di Sungai Bangek, Sucikan Diri, Perkuat Kebersamaan

×

Parsadaan Siala Sappagul Sambut Ramadhan di Sungai Bangek, Sucikan Diri, Perkuat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
SAMBUT RAMADHAN— Parsadaan Siala Sappagul Kota Padang berkumpul bersama dan melakukan silaturahmi bersama memasuki bulan suci Ramadhan, dengan agenda memasak ketupat bersama, bakar ikan dan mendengarkan ceramah, di objek wisata pemandian Sungai Bangek, Kecamatan Kototangah, Selasa (25/2).

CUACA di kawasan objek wisata pemandian Sungai Bangek, Koto Tangah, Minggu (23/2) pagi, mendung. Gerimis turun tetapi suhu terasa panas. Khawatir, tidak lama lagi hujan bakal turun. Meski begitu, cahaya matahari yang membayang dari balik bukit barisan yang terbentang di bagian timur, seolah memberi secercah harapan. Cuaca pada siang hari bakal bagus, dan kegiatan Parsadaan Siala Sappagul Kota Padang dalam penyambutan bulan suci Ramadhan, kali ini berjalan aman dan lancar.

ERVIN HASIBUAN—PADANG

Begitulah kiranya harapan dan untaian doa dari mereka yang tengah sibuk mempersiapkan kegiatan masak-memasak dari balik rindangnya pepohonan yang tumbuh di pinggiran Sungai Bangek. Sebelumnya, mereka khawatir, kegiatan yang sudah dipersiapkan jauh hari, bisa saja batal jika hujan turun.

Kegiatan penyambutan bulan suci Ramadhan kali ini, sengaja dilaksanakan di daerah objek wisata pemandian Sungai Bangek. Dengan agenda memasak ketupat bersama, bakar ikan dan mendengarkan ceramah agama dari ustad yang sengaja didatangkan, juga ingin menikmati segarnya udara serta keindahan alam perbukitan di sekitaran aliran Sungai Bangek.

Sejak pagi, anggota Parsadaan  Siala Sappagul sudah mulai terlihat ramai berdatangan ke lokasi yang tidak jauh dari kampus baru Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Masing-masing datang membawa keluarga, termasuk anak-anak. Berbaur bersama, menjalin silaturahmi dan merajut kebersamaan.

Meski cuaca kurang bersahabat, tak menyurutkan semangat mereka  mempersiapkan dan mengerjakan tugas masing-masing. Mulai membuat tungku api, membakar arang tempurung hingga menyiapkan bahan-bahan untuk masakan ketupat.

Baca Juga  Bawa Teman Wanita, Garin Mushalla Diamankan

Berkat harapan dan doa bersama, cuaca pun terus berangsur membaik, sehingga tak mengganggu jalannya kegiatan. Kepulan asap tempurung yang terbakar dari beberapa tungku yang terpasang, mulai membubung tinggi, seolah menutupi langit di lokasi wisata pemandian Sungai Bangek.

Semua terlihat bahagia dan gembira. Ibu-ibu yang membuat ketupat, mereka saling bercanda gurau sambil bekerja. Tak terasa, dengan kebersamaan, semua mudah diselesaikan. Begitu juga kaum bapak-bapak yang sibuk di tungku pembakaran ikan, terlihat sangat semangat.

Di tempat lain, anak-anak pun asyik berkumpul dan bermain di pinggir kolam ikan koi berukuran besar. Terkadang kelucuan mereka, mengundang tawa semua orang. Begitulah kebersamaan ini seolah dapat membangun hubungan emosional yang kuat sesama anggota Parsadaan Siala Sappagul.

Yang lebih menarik lagi, juga tersedia panggung musik bernyanyi. Siapa saja bisa naik ke atas pentas, menyumbangkan lagu kesayangan sambil menghibur mereka yang sibuk bekerja.

“Beginilah cara kami membangun kebersamaan di Parsadaan Siala Sappagul ini,” ungkap Ketua Parsadaan Siala Sappagul Kota Padang, Lukman Simamora.

Dijelaskannya, Parsadaan Siala Sappagul Kota Padang, merupakan wadah atau perkumpulan bagi perantau Angkola Sipirok yang ada di Kota Padang. Meski keberadaannya masih tergolong baru, namun cukup aktif di beberapa kegiatan sosial, khususnya kegiatan warga perantau dari Tapanuli Selatan yang ada di Kota Padang.

Katanya, dalam menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahun, selalu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.  Agar dalam pelaksanaan kegiatan terasa kental dengan adat budaya Tapanuli Selatannya, makanya kami selalu memilih menyajikan masakan khas tradisional Sumatera Utara.

Baca Juga  Lansia Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar,  Korban Nekat Masuk lagi saat Api Membesar

“Kalau tahun lalu kita memasak lemang bersama, sekarang kita menyepakati memasak ketupat bersama sambil bakar ikan,” jelas Lukman Simamora.

Seperti diketahui, ketupat ketan, merupakan salah satu makanan khas sumatera. Masakan yang terbuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun kelapa muda ini biasanya dibuat pada hari hari besar tertentu bagi umat muslim. Seperti penyambutan bulan suci Ramadhan, hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Disisi lain, penasihat Parsadaan Siala Sappagul, Kompol (Pur) Abdul Wahab Siregar menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mensucikan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Selainnya diisi dengan ceramah agama tentang Puasa Ramadhan, juga diisi dengan kegiatan saling bermaaf-maafanantara anggota dan keluarga besar Siala Sappagul Kota Padang.

“Kami berharap melalui kegiatan ini bisa membangun rasa kebersamaan yang lebih kuat lagi diantara sesama anggota, juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” pungkasnya.

Setelah kegiatan memasak selesai, siang hari usai shalat Zuhur, dilanjutkan dengan makan bersama di atas daun pisang. Sorenya, mendengarkan ceramah agama sambil menikmati ketupat ketan dengan kopi manis. Setelah kegiatan selesai, sebelum pulang, sebagian menyempatkan diri berendam sambil menikmati sejuknya air Sungai Bangek. Tentunya, kebersamaan ini akan menjadi salah satu kenangan terindah bagi keluarga besar Parsadaan Siala Sappagul Kota Padang. (**)