AGAM/BUKITTINGGI

Jelang Tengah Malam Kunjungi Pengungsi Bencana, Mensos Minta Lokasi Pengungsian Dipindah

×

Jelang Tengah Malam Kunjungi Pengungsi Bencana, Mensos Minta Lokasi Pengungsian Dipindah

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI POS PENGUNGSIAN— Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi posko pengungsian korban banjir lahar dingin di Kabupaten Agam, Rabu (15/5) malam.

AGAM, METRO–Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi posko pengungsian korban banjir lahar dingin di Ka­bupaten Agam, Rabu (15/5) malam. Setelah berkoordinasi dengan Bu­pati ­Agam Andri Warman, Men­sos Risma menginstruk­sikan jajarannya agar lokasi pengungsian dipindah ke tem­pat yang lebih aman dan jauh dari jalur lahar dingin.

Mensos Risma menga­ta­kan, sebelum mengunjungi lokasi pengungsian, ia mem­pelajari sisi vulkanologi dan jalur lahar dingin Gunung Ma­rapi. Ternyata lokasi yang di­tempati para pengungsi belum sepenuhnya aman karena ma­sih merupakan jalur lahar dingin.

“Saya sampaikan ke Pak Bupati, Pak Dandim, Bu Kapol­res dan Walinagari agar kita bisa berpindah tempat pe­ngungsian. Kita semua tidak ingin ada korban lagi,” kata Mensos Risma.

Mensos melanjutkan, anak-anak dan lansia harus diungsikan lebih dulu ke tempat yang aman.

Lokasinya nanti akan dipilih Pak Bupati, Pak Dandim dan Bu Kapolres, tempat mana yang lebih aman. Kita (Kemensos) akan siap mengikuti kepindahan itu,” kata Mensos Risma di hadapan awak media.

Baca Juga  Turnamen Tenis Meriahkan HUT Ibu Kota Kabupaten

Diketahui, sesaat setelah banjir lahar dingin melanda Sabtu (11/5) malam, Mensos Risma langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan bencana.

Sampai Rabu (15/5), Kemen­terian Sosial telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak ben­cana yakni di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.

Logistik yang disalurkan berupa makanan siap saji 7.900 paket, lauk pauk siap saji 3.900 paket, makanan anak 2.760 paket, kasur 1.420 lembar, matras 54 lembar, velbed 90 unit, selimut 1.650 lembar, family kit 1.320 paket, dan kids ware 1.260 paket.

Selain itu disalurkan pula sandang dewasa 1.212 paket, sandang anak 1.230 paket, pembalut 528 paket dan pampers 99 paket. Kemensos juga memberikan bantuan 685 tenda gulung, 119 tenda keluarga portable, 36 tenda serba guna, 3 lampu sorot, 5 genset, serta 2 unit toilet portable. Total ban­tuan yang disalurkan tersebut senilai total Rp. 5,5 miliar.

Baca Juga  Program CKG Resmi Beroperasi di Bukittinggi, Semua Puskesmas Siap Layanan

Banjir lahar dingin yang terjadi di Sumatera Barat dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu Gunung Marapi. Hingga Rabu (14/5), tercatat 52 orang me­ninggal, 19 orang hilang dan 42 orang luka-luka.

Terhadap para korban, Ke­men­terian Sosial menyalurkan bantuan yang dikerahkan dari BBP­PKS Pa­dang, Sentra Terpadu Inten Soe­weno Cibinong, Sentra Budi Perkasa Palembang, Sentra Abiseka Pekan­baru, Sentra Alyatama Jambi, Sen­tra Dhar­maguna Bengkulu, Sen­tra Insyaf Medan dan Sentra Bahagia Medan. Bantuan akan terus diberikan sesuai kebutuhan para pengungsi karena stok tersedia sangat mema­dai. (pry)