AGAM/BUKITTINGGI

Setelah Terkendala Lahan, Pembangunan Huntap Korban Bencana di Agam Masuki Tahap Baru

×

Setelah Terkendala Lahan, Pembangunan Huntap Korban Bencana di Agam Masuki Tahap Baru

Sebarkan artikel ini

AGAM, METROHarapan ratusan korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam untuk sege­ra menempati Hunian Tetap (Hun­tap) akhirnya mulai mene­mui titik terang. Setelah berbulan-bulan terkendala ketersediaan lahan, kini Pemerintah Kabupaten Agam mendapat solusi berkat dukungan PT. Pelalu Raya yang menyediakan lahan sekitar 1,5 hektare di Ka­yu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Sebagai tindak lanjut, Rabu (22/7), Pemerintah Ka­bu­paten Agam bersama Yayasan Buddha Tzu Chi meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi dan menerima hasil kajian kelayakan dari Badan Geologi yang menyatakan lahan tersebut layak untuk pembangunan.

Meski demikian, ia menegaskan masih ada persyaratan penting yang harus segera dipenuhi, yakni penyelesaian sertifikat lahan atas nama Pemerintah Kabupaten Agam. Menurutnya, Yayasan Buddha Tzu Chi pusat mensyaratkan lahan yang akan dibangun huntap harus berstatus resmi milik pemerintah daerah.

Baca Juga  Gerakan Pangan Murah Pemkab Agam, Pengendalian Inflasi Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Jika persyaratan tersebut tidak segera dipenuhi katanya, disayangkan apabila ban­­tuan 160 unit huntap di­alih­­kan ke daerah lain. “Sa­yang sekali jika kesempatan ini terlewat, karena ma­sya­rakat Agam sangat membutuhkan huntap pascabencana,” ujarnya.

Ruhyat menjelaskan, huntap yang akan dibangun menggunakan material sepablock dengan ukuran bangunan 6×6 meter. Setiap unit akan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu dapur, bahkan diupayakan beserta perabot dasar rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengatakan, bantuan pembangunan huntap sebenarnya telah ditawarkan kepada Kabupaten Agam sejak beberapa bulan lalu.

Namun, realisasinya tertunda karena pemerintah daerah belum memiliki lahan yang memenuhi syarat. “Alhamdulillah, kini lahan seluas sekitar 1,5 hektare sudah ter­sedia berkat partisipasi PT Pelalu Raya. Pemerintah daerah akan segera menuntaskan proses sertifikasi lahan agar pembangunan dapat segera dimulai,” kata M Iqbal.

Baca Juga  Debat Publik Cakada Bukittinggi II, Pilih Pemimpin dengan Rasional, Bukan Emosional

Dengan begitu, ia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang bersedia membantu pembangunan huntap, serta PT Pelalu Raya yang telah mencarikan sekaligus me­nye­­diakan lahannya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Per­mukiman Kabupaten Agam, Rinaldi menyebut, lahan yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan keseluruhan proyek.

Menurutnya, pembangunan 160 unit huntap membutuhkan lahan sekitar dua hektare, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 0,5 hektare yang akan segera diupayakan. “Kita akan segera mencari tambahan lahan agar seluruh rencana pembangunan 160 unit huntap dapat direalisasikan,” ujarnya.

Dengan mulai tersedianya lahan dan proses administrasi yang tengah dipercepat, pembangunan huntap bagi korban bencana di Kabupaten Agam diharapkan segera terealisasi sehingga ma­sya­rakat terdampak dapat segera menempati rumah yang aman dan layak.(pry)