BERITA UTAMA

Saat Bubarkan Aksi Tawuran, 2 Polisi Ditabrak Ambulans, Sopirnya Positif Menggunakan Sabu

×

Saat Bubarkan Aksi Tawuran, 2 Polisi Ditabrak Ambulans, Sopirnya Positif Menggunakan Sabu

Sebarkan artikel ini
diamankan — Sopir beserta tiga orang penumpang ambulans telah diamankan di Polresta Padang.

PADANG, METRO–Tragis. Dua orang per­sonel Polresta Padang yang sedang membu­bar­kan aksi tawuran ditabrak mobil ambulans yang tidak membawa pasien di sim­pang empat jalan Permin­do, Sari Anggrek, Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, Rabu, (27/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibatnya insiden na­has itu, dua personel Polisi bernama Bripda Aldo Fer­nanda mengalami cidera di pinggang, dan Bripda Ba­gas Wira Nugraha menga­lami lecet di kedua tan­gannya. Keduanya pun langsung dilarikan ke ru­mah sakit untuk menda­patkan pera­watan.

Sementara sopir am­ bulans. Junaidi (41) warga jalan Belakang Bioskop Mulya, Kampung Jawa Da­lam, Kecamatan Padang Barat, bersama tiga rekan­nya langsung diamankan. Mirisnya, setelah dilakukan tes urine, Junaidi ternyata positif menggunakan sabu.

Kapolresta Padang, Kom­bes Ferry Harahap mengatakan, kejadian ber­awal ketika Urai Massa (Raimas) Polresta Padang melakukan melakukan pat­roli ke sejumlah lokasi di Kota Padang. Saat melin­tasi Simpang Bank Indonesia, tim mendapat laporan adnaya aksi tawuran di Simpang Permindo.

“Mendapat laporan itu, tim langsung bergerak ke Simpang Permindo. Se­sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata aksi tawuran su­dah bubar. Namun pada saat itu, lokasi masih ramai oleh ma­sya­rakat setempat. Sekitar pukul 05.00 WIB, tim hen­dak bergerak menuju ka­wa­san Belakang Olo, tepat­nya di depan Swa­layan SJS untuk mener­tibkan balap liar,” kata Kombes Pol Ferry.

Baca Juga  Terbanyak Keempat, Kontingen Indonesia Kirim 996 Atlet ke SEA Games 2025

Namun, saat hendak bergeser  ke lokasi lain, jelas Kombes Pol Ferry, tiba-tiba datang mobil am­bulans milik masjid dengan kecepatan tinggi dan lang­sung menabrak dua ang­gota Raimas, sehingga mengakibatkan dua per­sonel tersebut nterluka serta tiga motor patroli mengalami rusak.

“Saat ini, kami fokus kepada penyembuhan dan perawatan personel yang terlibat kecelakaan. Untuk mobil ambulans dan supir juga sudah diamankan un­tuk proses lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal, sopir mengaku panik saat me­lihat tawuran dan se­ngaja menabrak kenda­raan ter­masuk petugas Raimas. Saat itu sopir keli­hatan mabuk. Ketika dila­kukan tes urine, yang ber­sangkutan positif konsumsi narkoba jenis sabu,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Alfin mengatakan, mobil ambulans itu datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi menab­rak dua orang personil dan tiga kendaraan mengalami kerusakan.

“Kaca depan mobil am­bulans tersebut menga­lami pecah akibat terbentur dengan kepala personil, beruntung personel meng­gunakan helm. Untuk ke­dua personel sudah men­da­patkan perawatan di rumah sakit untuk pengo­batan luka-luka yang dide­ritanya,” ungkapnya

Baca Juga  Ngaku untuk Operasional Perusahaan, Raplis Nekat Larikan Mobil Rental lalu Digadaikan

Kompol Alfin menye­but, bagi pelanggar akan disangkakan dengan pasal 310 ayat 3 tentang kelalaian berkendara yang menye­babkan kecelakaan kepada orang lain atau pejalan kaki, dengan ancaman ku­rungan maksimal empat tahun penjara

“Kita akan mendalami kasus ini dan akan menin­dak tegas yang melakukan kela­laian. Tim juga mela­kukan pencarian rekaman CCTV sekitar lokasi. Biar kronolo­gis pastinya ter­ungkap. So­pir beserta tiga orang pe­numpang am­bu­lans telah diamankan di Polresta Pa­dang untuk pe­me­riksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, Junaidi yang menjadi penyebab tabrakan tersebut, me­ngaku sebelumnya sem­pat men­de­ngar teriakkan war­ga yang disebabkan oleh aksi tawuran pemuda di sekitar lingkungan rumah­nya terse­but, dan kemu­dian salah seorang warga me­nga­takan kepadanya ada tetangganya yang men­jadi korban me­ngalami luka-luka.

“Saya disuruh me­ngam­bil ambulans oleh ketua RW setempat, lalu saya gunakan untuk meng­halau aksi tawuran terse­but. Saya tidak tahu bahwa itu petugas kepolisian. Sa­ya mengira itu adalah pelaku tawuran yang me­resahkan warga tersebut,” katanya. (brm)