BERITA UTAMA

Tinjau Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi, Mahyeldi Minta Tim Gabungan Bekerja Maksimal

×

Tinjau Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi, Mahyeldi Minta Tim Gabungan Bekerja Maksimal

Sebarkan artikel ini
MENINJAU— Gubernur Mahyeldi saat meninjau proses evakuasi korban erupsi Gunung Marapi dari Posko Erupsi Batu Palano di Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung proses evakuasi korban erupsi Gunung Marapi dari Posko Erupsi Batu Palano di Kabupaten Agam, Senin (4/12).

Ia mengaku, telah me­me­rintahkan seluruh pihak terkait untuk bekerja mak­simal dalam melakukan evakuasi terhadap seluruh korban dan telah menyiap­kan Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukitt­inggi sebagai sarana pela­yanan medis utama bagi para korban serta juga sebagai sarana istirahat bagi para keluarga korban.

“Kita telah berko­mu­nikasi dengan dengan selu­ruh pihak terkait seperti BPBD, Basarnas, dan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta Relawan agar be­kerja maksimal dan dapat me­nge­vakuasi seluruh kor­ban sesegera mung­kin,” ung­kap Gubernur Mahyeldi.

Berdasarkan data dari Kalaksa BPBD Sumbar, total pendaki saat kejadian ke­marin ada sebanyak 54 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 28 orang telah berhasil dievakuasi de­ngan keterangan 11 orang dalam kondisi meninggal dunia dan 17 orang lainnya selamat. Se­hingga sampai saat ini ma­sih ada 26 orang yang sta­tusnya belum dike­tahui atau masih dalam pencarian.

Baca Juga  Jauhi Fitnah, Hasad, Dengki dan Adu Domba

Selanjutnya, Gubernur juga menyampaikan selu­ruh korban yang berhasil dievakuasi akan langsung dibawa ke RSAM Bukitting­gi untuk selanjutnya dibe­rikan penanganan medis.

“Kita telah siagakan, para dokter beserta para­medis lainnya di RSAM khusus untuk penanganan korban erupsi Gunung Ma­rapi, harapannya seluruh korban dapat tertangani secara maksimal,” tegas Mahyeldi.

Selain itu, dikatakan­nya, RSAM tidak hanya kita siapkan untuk korban se­mata tapi juga untuk para keluarga korban, sekaligus mempermudah mereka untuk mendapatkan per­kembangan informasi dari lapangan.

“Di RSAM juga kita fasi­li­tasi ruang istirahat bagi para keluarga korban,” tukuk Mahyeldi.

Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi mengajak selu­ruh masyarakat terutama yang bermukim disekitar kawasan Gunung Marapi untuk tetap me­ning­katkan kewaspadaan selama men­jalankan akti­vi­tas sehari-hari, mengi­ngat erupsi ma­sih terus terjadi hingga saat ini.

Baca Juga  2 Penambang Galian C jadi Tersangka

Kemudian, Mahyeldi juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mem­posting gambar wajah para korban erupsi Gunung Ma­rapi di media sosial, agar tidak menambah luka hati para keluarga korban.

Sebelumnya diberita­kan, Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar) meletus sekitar pukul 14.53 WIB, Minggu (3/12) kema­rin. Kepala Pos Penga­ma­tan Gunung Marapi, Ah­mad Rifandi membenar­kan telah terjadi erupsi. “Ketinggian kolom abu ti­dak teramati karena tert­u­tup awan. Untuk radius erupsi masih di 3 kilometer,” kata Rifandi.

Rifandi menjelaskan, status Gunung Marapi saat ini masih dalam level was­pada. Masyarakat diharap­kan tidak mendekati wila­yah yang rawan terdam­pak erupsi. Jika keluar ru­mah masyarakat diminta meng­gu­nakan topi, kaca mata, jaket, serta masker karena ada hujan abu yang terba­wa angin. Gunung Marapi terletak di daerah Agam dan Tanah Datar dengan ketinggian 2.891 meter dari permukaan laut. (fan)