SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Lahan Bekas Tambang Disulap jadi Kebun Pembibitan

×

Lahan Bekas Tambang Disulap jadi Kebun Pembibitan

Sebarkan artikel ini
EDUKASI—Kepala UPTD Pembibitan Efdi memberikan edukasi kepada pengunjung tentang berternak lebah madu kelulut yang aman. Berbagai jenis buah-buahan dan kolam ikan yang bisa dipanen oleh pengunjung.

SAWAHLUNTO, METRO–Ubah lahan bekas tambang disulap menjadi Kebun Buah Kandi yang potensial UPTD Pembibitan di bawah Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto,  pusatkan aktivitasnya di Kebun Buah Kandi.

Menurut Kepala UPTD Pembibitan Efdi, SP disebabkan areal Kebun Buah Kandi ini mewakili aktivitas pembibitan dan pertanian lainnya. Luas areal kebun buah kandi mencapai 2, 5 Hektare.

Efdi ingin kawasan disekitar Kandi selain kebun buah menjadi daerah aklamasi dari bekas tambang yang sukses. Makanya Efdi beserta jajarannya berusaha keras untuk me­wujudkannya.

“Potensi yang amat besar di kebun buah kandi untuk dikembangkan, dengan “few” danau kandi dan landform lahan bekas tambang. Sejak tahun 2020 menjadi Kepala UPTD Pem­bibitan kita ingin menjadikan kebun buah kandi sebagai agroeduwiasata, dimana disini para pengunjung terutama anak-anak bisa belajar tentang cara pencangkokan. Ditambah pula geologi dan pertambangan karena ada juga few tambang aktif dengan tingkatan batuan sedimen lipatan. Akibatnya ombudal Geopark tertarik dengan keunikan kebun buah kandi yang sukses dari lahan bekas tambang, sehingga kebun buah telah dijadikan geosite,” ujarnya.

Baca Juga  6 Pengedar dan Pemakai Sabu Digulung, Tiga di AntaranyaAnak Bawah Umur

Dijelaskan, bahwa di kebun buah kandi ini ada dua jenis pembibitan yang diproduksi massal untuk dibagikan gratis kepada masyarakat Sawahlunto, dan yang diproduksi terbatas hanya beberapa koleksi yang dikembangkan seperti jambu air, jeruk Bali, jambu biji, leng­keng dan yang lainnya. Untuk yang terbatas tersebut di produksi 20 batang setahun dan juga diperjual belikan sebagai souvenir bagi pengunjung. Yang diproduksi massal bibitnya berupa pinang, manggis, alpukat dan durian, ditambah tanaman Toga.

Ke depannya kata dia, ingin kebun buah kandi menjadi pusat edukasi pertanian, bukan hanya untuk masyarakat petani tetapi masyarakat yang hobinya bercocok tanam. Menurutnya kebun buah kandi ini dikelola oleh UPTD Penyuluhan, sehingga bisa memberikan edu­kasi dan pendidikan bertani yang baik. Saat ini arahan dari lahan bekas tambang yang ada di kandi dijadikan pusat pertanian terintegrasi yang sistemik, tidak hanya cara bertani juga ada peternakan lebah kelulut yang sudah ada 40 koloni, perikanan dan selanjutnya akan dibuat kandang sapi atau kambing.

Baca Juga  Sekda Sawahlunto Lantik Delapan Kepala SD Negeri, Tekankan Inovasi dan Kepemimpinan Pendidikan

“Sebagai informasi inisiator dari aklamasi lahan bekas tambang sehingga menjadi kebun buah kandi yang produktif ini adalah Almarhum Bapak Amran Nur mantan Wali Kota Sawahlunto periode 2008-2018. Konsep-konsep brilian inilah yang direalisasikan hingga Sawahlunto menjadi kota pertama yang berhasil mengaklamasi lahan bekas tambang menjadi produktifitas lagi,” pungkasnya. (pin)