BERITA UTAMA

Pemuda 25 Tahun Tewas Gantung Diri, Diduga Frustasi Gegara Tak Dapat Restu Menikah

×

Pemuda 25 Tahun Tewas Gantung Diri, Diduga Frustasi Gegara Tak Dapat Restu Menikah

Sebarkan artikel ini
GANTUNG DIRI— Polisi melakukan olah TKP kasus tewasnya AA (25) yang ditemukan tergatung dalam rumahnya di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Seorang pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di kawa­san Kasai, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (11/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Sontak saja, penemuan mayat gantung diri itu menggemparkan warga setempat.

Saat ditemukan perta­ma kali oleh ibu kandung­nya, pemuda berinisial AA (25) tergantung dalam ka­mar tidurnya dengan leher yang terlilit tali. Panik me­lihat korban tergantung, ibu korban langsung berteriak histeris memanggil anak-anaknya. Jasad korban lalu diturunkan dan dibaringkan ke atas kasur.

Namun, kejadian itu sudah keburu diketahui oleh warga hingga lang­sung berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Tak lama berselang, petu­gas dari Polsek Koto Ta­ngah dan Tim Inafis Pol­resta Padang yang mend­apat laporan, juga datang untuk melakukan olah TKP guna memastikan penye­bab kematian korban.

Baca Juga  Pria 33 Tahun Kepergok Pesta Sabu di Pinggir Sungai, Tiga Temannya Berhasil Kabur

“Sesampainya di TKP, mayat ditemukan sudah terbaring di kasur. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kami mendatangkan Tim Inafis Polresta Padang untuk mengcek kondisi tubuh korban,” jelas Ka­polsek Koto Tangah, AKP Afrino Rabu, (12/7)

Dikatakan AKP Afrino, hasil pemeriksaan TIm Inafis Polresta Padang, secara kasat mata me­mang ditemukan bekas lilitan tali pada leher Kor­ban serta tanda-tanda kor­ban gantung diri. Temuan itu juga diperkuat dari kete­rangan saksi-saksi yang menemukan korban per­tama kali.

“Berdasarkan kete­ra­ngan sejumlah saksi, kor­ban awalnya ditemukan oleh ibunya inisial L (50). Korban ditemukan me­ninggal dalam keadaan tergantung, kemudian di­sampaikan kepada sau­dara korban yang lain. Karena panik, saudara-saudara korban berusaha menurunkan korban dan mengecek kondisinya,” tambah AKP Afrino.

AKP Afrino menu­tur­kan, berdasarkan ketera­ngan sementara yang dite­rima, korban nekat meng­akhiri hidupnya diduga frustasi akibat tidak diizin­kan menikah dengan keka­sih idamannya.

Baca Juga  LPPM Unand Gelar Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Mentawai Melalui Pelatihan Hidroponik dan PLTS

“Dugaan sementara karena pihak keluarga ti­dak mengizinkan korban menikahi kekasihnya. Ini baru dugaan berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh anggota di lapangan. Tapi penyebab lainnya me­ngapa korban gantung diri masih kami selidiki lebih lanjut,” katanya.

Ditegaskan AKP Afrino, terkait kasus ini, pihaknya sudah menyarankan ke­pada keluarga agar korban dilakukan autopsi. Dengan autopsi akan bisa di­pas­tikan penyebab kematian korban. Namun, pihak ke­luarga menolak yang di­sertai dengan surat per­nyataan.

“Beberapa saksi, ada juga yang menyebut kor­ban menderita sakit. Untuk lebih jelasnya nanti di­sampaikan berdasarkan hasil penyelidikan. Keluar­ga Korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga serta saksi-saksi,” pungkasya. (cr2)