PADANG, METRO–Seorang pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di kawasan Kasai, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (11/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Sontak saja, penemuan mayat gantung diri itu menggemparkan warga setempat.
Saat ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya, pemuda berinisial AA (25) tergantung dalam kamar tidurnya dengan leher yang terlilit tali. Panik melihat korban tergantung, ibu korban langsung berteriak histeris memanggil anak-anaknya. Jasad korban lalu diturunkan dan dibaringkan ke atas kasur.
Namun, kejadian itu sudah keburu diketahui oleh warga hingga langsung berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Koto Tangah dan Tim Inafis Polresta Padang yang mendapat laporan, juga datang untuk melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kematian korban.
“Sesampainya di TKP, mayat ditemukan sudah terbaring di kasur. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kami mendatangkan Tim Inafis Polresta Padang untuk mengcek kondisi tubuh korban,” jelas Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino Rabu, (12/7)
Dikatakan AKP Afrino, hasil pemeriksaan TIm Inafis Polresta Padang, secara kasat mata memang ditemukan bekas lilitan tali pada leher Korban serta tanda-tanda korban gantung diri. Temuan itu juga diperkuat dari keterangan saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali.
“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban awalnya ditemukan oleh ibunya inisial L (50). Korban ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung, kemudian disampaikan kepada saudara korban yang lain. Karena panik, saudara-saudara korban berusaha menurunkan korban dan mengecek kondisinya,” tambah AKP Afrino.
AKP Afrino menuturkan, berdasarkan keterangan sementara yang diterima, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga frustasi akibat tidak diizinkan menikah dengan kekasih idamannya.
“Dugaan sementara karena pihak keluarga tidak mengizinkan korban menikahi kekasihnya. Ini baru dugaan berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh anggota di lapangan. Tapi penyebab lainnya mengapa korban gantung diri masih kami selidiki lebih lanjut,” katanya.
Ditegaskan AKP Afrino, terkait kasus ini, pihaknya sudah menyarankan kepada keluarga agar korban dilakukan autopsi. Dengan autopsi akan bisa dipastikan penyebab kematian korban. Namun, pihak keluarga menolak yang disertai dengan surat pernyataan.
“Beberapa saksi, ada juga yang menyebut korban menderita sakit. Untuk lebih jelasnya nanti disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan. Keluarga Korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga serta saksi-saksi,” pungkasya. (cr2)






