SAWAHLUNTO, METRO–Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengunjungi lokasi pengaspalan jalan di Dusun Air Gantang Desa Kubang Utara Sikabu Kecamatan Lembah Segar, Senin (6/12). Dalam keÂsemÂpatan tersebut walikota menyampaikan telah menerima laporan dari masyarakat setempat yang khawatir pengerjaan peÂngaspalan tersebut batal atau tidak diselesaikan.
“Kami sekarang turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan, salah satunya menindaklanjuti laporan dari maÂsyaÂrakat. Jadi perlu kami jelaskan bahwa memang karena satu dan lain hal kendala dari pihak kontraktor, sehingga proses pengaspalan terlambat dikerjakan, namun itu tidak berarti pekerjaan dibatalkan,” kata Deri.
Wali Kota menjelaskan, unit-unit pengaspalan dari pihak kontraktor saat ini sudah dalam perjalanan menuju ke lokasi pekerjaan. Sehingga dalam satu atau dua hari ke depan pengaspalan sudah bisa mulai dilaksanakan.
“Sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku, kita telah meÂnyampaikan teguran kepada pihak kontraktor. MeÂngacu pada mekanisme Standar Operasional ProÂsedur (SOP) pekerjaan, maka kontraktor sekarang sudah harus membayar denda karena keterlambatan ini,” ujar Deri.
Wali kota menambahkan, pekerjaan pengaspaÂlan jalan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana AloÂkasi Khusus (DAK) pemeÂrintah pusat, berdasarkan usulan Pemko Sawahlunto.
“Ini kan memakai anggaran DAK, artinya PemÂkot yang mengusulkan ke pemerintah pusat. Karena kita menganggap memang suÂdah sangat penting dan perlu jalan di daerah ini untuk diaspal, sementara di APBD terbatas jadi kita usulkan mohon bantuan dana dari pusat yang kemudian Alhamdulillah diÂsetujui dan lolos verifikasi,” kata Deri.
Wakil Wali Kota SaÂwahlunto Zohirin Sayuti yang ikut mendampingi Wali Kota Deri Asta saat meninjau lokasi pengasÂpalan jalan itu mengatakan, Pemko dengan leaÂding sektor yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan berupaya semaksimal mungÂkin menyelesaikan pekerjaan tersebut melalui kontraktor agar dana DAK untuk pekerjaan itu tidak ditarik kembali oleh pemerintah pusat.
“Kalau sampai batal pekerjaan ini, maka selain rugi anggarannya ditarik kembali oleh pemerintah pusat, itu Dinas yang terkait dan kontraktor juga akan diperiksa aparat. Jadi tidak ada niat/keinginan dari Pemkot membatalkan pekerjaan ini, kalau pun ada kendala keterlambatan dari kontraktor itu sudah kita ingatkan sampai kita tegur dan seÂkarang sudah ada soluÂsinya,” ucap Zohirin. (pin)






