BERITA UTAMA

Indra Wediana Pimpin Ikatan Pensiunan Bank Nagari

×

Indra Wediana Pimpin Ikatan Pensiunan Bank Nagari

Sebarkan artikel ini

PEMUDA, METRO – Indra Wediana resmi menjadi Ketua Ikatan Pensiunan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (IPBPDSB) periode 2018-2022. Mantan direktur pemasaran dan syariah Bank Nagari dua periode itu, mengemban amanah setelah serah terima jabatan dari Ketua IPBPDSB 2014-2018 Suharman, Sabtu (28/4) di Kantor Pusat Bank Nagari.
Selain Indra Wediana yang akrab disapa Adek itu, juga diamanahkan jabatan sekretaris umum kepada Rishendri. Para pengurus baru, bertekad akan melanjutkan apa yang telah diperjuangkan oleh pengurus sebelumnya. Mereka meyakini, banyak yang bisa diperbuat meski telah berstatus pensiunan BPD Sumbar atau Bank Nagari.
Suharman menyebutkan, sebagai ketua sebelumnya, dia telah bekerja maksimal, meski belum dapat mewujudkan semua keinginan sekitar 400-an pensiunan BPD. Namun, dengan keseriusan, dia tetap memberikan laporan pertanggungjawaban, serta serah terima aset yang telah dikelola sebelumnya. Dia berharap, pengurus baru dapat meningkatkannya.
”Ada tiga hal yang menjadi tugas utama dari IPBPDSB ini, yaitu sosial, kesehatan dan kesejahteraan. Alhamdulillah, selama periode kami, dapat dikatakan telah melakukan berbagai acara sosial yang melibatkan para pensiunan, dan bertujuan untuk para pensiunan. Namun, dua hal lain, kami belum bisa mengerjakan,” kata Suharman.
Indra Wediana menyebutkan, program-program yang telah dijalankan pengurus sebelumnya akan dilaksanakan dengan baik. Dia bertekad, akan menutaskan persoalan kesehatan dan kesejahteraan. Apalagi, para pensiunan Bank Nagari jumlahnya saat ini telah mencapai 400-an.
”Sebagai orang yang telah pensiun, tentu harapan kita adalah tetap happy atau enjoy di hari tua. Karena itulah, saat menerima amanah ini, saya juga mencari orang-orang yang bisa bekerja baik, tentunya memiliki kemauan dan waktu yang cukup. Agar, semua pensiunan merasa terayomi dengan organisasi ini,” kata Indra Wediana.
Indra menyebutkan, pengurus yang ada saat ini berasal dari berbagai level di Bank Nagari. Semua akan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas-tugas di bidang sosial, kesehatan dan kesejahteraan. “Kami juga akan mengadakan pertemuan rutin, agar para pensiunan dapat berkumpul. Dari sana akan muncul ide-ide untuk membesarkan lembaga ini,” katanya.
Menurutnya, jika saat ini banyak lahir acara reuni-reuni dari SD, SMP, SMA dan kuliah, seharusnya reuni pensiunan lebih hebat lagi. Karena, kalau di sekolah, paling lama hanya 6 tahun bersama. Sementara di Bank Nagari, rata-rata 25 sampai 30-an tahun bekerja bersama-sama. “Jadi, harusnya organisasi ini lebih kuat lagi,” kata Indra.
Sesepuh Bank Nagari Herman memberikan testimoninya pada acara serah terima itu. Katanya, meski telah pensiun, seorang yang pernah bekerja di Bank Nagari tidak boleh lepas begitu saja. Dia harus tetap memberikan kontribusi, minimal masukan untuk kelangsungan bank.
”Karyawan dalah sebagai penerima kerja, dan Bank Nagari adalah pemberi kerja. Dalam Undang Undang, kita tidak hanya terhubung selama bekerja saja, melainkan samapai kita meninggal. Bahkan, kalau kita tak ada lagi, hak akan diteruskan kepada istri atau suami. Jika istri atau suami telah meninggal, anak yang masih berumur 25 tahun ke bawah akan menerimanya,” katanya.
Jadi, sebut mantan Kabiro SDM Pemprov Sumbar itu, semua pensiunan masih bisa memberi masukan terhadap direksi, manajemen dan lainnya. Apalagi masih tergabung dalam koperasi yang juga memiliki saham di Bank Nagari. “Kita harus ingat itu lagi dan jangan pernah merasa tak terhubung lagi dengan bank ini,” kata mantan direktur Bank Nagari ini.
Mantan Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Azmi mengaku bangga dengan organisasi IPBPDSB. Dia yang diberi kesempatan memberikan testimoni menyebut, lepas dari Bank Nagari, banyak yang memintanya bergabung. Bahkan, sebagai seorang mantan bankri atau orang keuangan, kini berkecimpung di dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, saya kini diamanahkan di tiga perguruan tinggi. Sebagai Ketua Yayasan Universitas Muhammad Yamin di Solok, Dewan Pengawas Universitas Negeri Padang (UNP), dan Pengurus Yayasan Dharma Andalas. Belum lagi organisasi lain, Wakil Ketua PMI Sumbar, Ketua PPDI (Perhimpunan Pendonor Darah Indonesia) Sumbar dan lainnya,” katanya.
Banyak organisasi itu, katanya, membuatnya tidak canggung memasuki dunia pensiun. Dia berharap, para pensiunan lain juga dapat bermanfaat bagi masyrakat banyak. “Kita terbiasa dengan banyak kesibukan, tentunya canggung kalau di rumah saja. Karena itu saya menerima tawaran-tawaran itu,” katanya. (cr1)

Baca Juga  Komplotan Penimbun Solar Bersubsidi Ditangkap di Kecamatan Lubuk Kilangan, Berperan sebagai Pemodal hingga Pekerja, Pakai Truk yang Tangkinya Dimodifikasi lalu Dipindah ke Jeriken