PADANG, METRO—Kota Padang diterjang hujan deras berdurasi panjang yang mengakibatkan bencana banjir. Hingga Senin malam (3/8), berdasarkan data dari Polda Sumbar, ada 700 unit rumah yang terdampak dan ratusan warga juga terpaksa dievakuasi.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, personel gabungan masih melakukan proses evakuasi, di sejumlah titik terdampak di wilayah Kota Padang. Posko utama penanganan banjir dipusatkan di Mako Brimob.
“Posko juga telah disiapkan untuk mendukung penanganan di Markas Brimob. Berdasarkan data yang dihimpun oleh SAR Satbrimob Polda Sumbar, kawasan terdampak meliputi Lapau Munggu dan Guo di Kecamatan Kuranji, Sungai Sapih, Dadok Tunggul Hitam, Air Pacah, serta Maransi,” jelas Kombes Pol Susmelawati kepada wartawan.
Menurut Kombes Pol Susmelawati, di kawasan Lapau Munggu dan Guo, petugas mengevakuasi 40 warga. Selain itu, seorang laki-laki mengalami patah tangan dan telah mendapatkan pertolongan pertama.
“Di Perumahan Villa Bukit Gading III, petugas berhasil mengevakuasi seorang lansia dan dua balita yang sempat terjebak di dalam rumah. Sebanyak 50 warga lainnya juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ungkap Kombes Pol Susmelawati.
Sementara itu, kata Kombes Pol Susmelawati, di Dadok Tunggul Hitam, sebanyak 100 warga dievakuasi petugas. Sekitar 300 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Di kawasan Air Pacah, tim gabungan mengevakuasi 200 warga. Sebanyak 200 warga lainnya juga melakukan evakuasi mandiri.
“Sedangkan di Maransi, enam warga dievakuasi oleh petugas. Sekitar 100 warga lainnya mengungsi secara mandiri. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga mengenangi sejumlah fasilitas umum. Di antaranya sekolah, masjid, musala, serta puskesmas yang tersebar di empat lokasi terdampak yang dievakuasi oleh Brimob,” tutur dia.
Untuk mempercepat proses penanganan, kata Kombes Pol Susmelawati, Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan 100 personel SAR. Tim tersebut didukung sejumlah peralatan, seperti perahu karet, mesin tempel, helm SAR, rompi pelampung, kendaraan operasional, senter, hingga genset.
“Masyarakat diminta tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang banjir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas atau datang ke posko yang telah disiapkan,” ujarnya.
3 Kecamatan Dikepung Banjir
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi atau sangat deras mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 11.00 – 17.00 WIB.
“Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman,” ujar Muhari.
Abdul menjelaskan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir saat ini berdampak di tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Di Kecamatan Kuranji, kawasan terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik.
“Sementara di Kecamatan Koto Tangah, genangan air merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri, sedangkan di Bungus Teluk Kabung melanda lima kelurahan. Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan petugas di lapangan derasnya arus banjir di jalanan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga,” kata dia.
Menurut Abdul, hingga malam ini hujan masih mengguyur sebagian wilayah Padang dan genangan air di beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut, sementara pendataan korban dan kerugian terus berjalan.
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama,” tuturnya. (*)






