BERITA UTAMA

66 Tahun PKPS, Dari Wadah Silaturahmi Menjadi Jembatan Pengabdian

×

66 Tahun PKPS, Dari Wadah Silaturahmi Menjadi Jembatan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP PKPS, Adi Karsyaf.

JAKARTA, METROPerkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) genap berusia 66 tahun pada 17 September 2026. Organisasi yang berdiri sejak 17 September 1960 itu telah menjadi rumah besar bagi perantau Pesisir Selatan di berbagai daerah, sekaligus jembatan penghubung antara rantau dan ranah, Negeri Sejuta Pesona.

Usia 66 tahun menjadi penanda perjalanan panjang PKPS dalam menjaga soliditas dan kebermanfaatan. Kekompakan perantau dinilai sebagai kunci organisasi ini tetap eksis hingga enam dekade lebih.

Ketua Umum DPP PKPS, Adi Karsyaf menegaskan, kebersamaan dan kesetaraan pemikiran dan gagasan adalah modal utama PKPS.

“PKPS lahir dari semangat kekompakan. Mari kita terus membesarkan PKPS bersama, menjaga persatuan, dan menjadikan organisasi ini semakin jaya, sehingga mampu memberi kontribusi lebih besar untuk Pesisir Selatan, Negeri Sejuta Pesona,” ujarnya.

Menurut Adi, PKPS tidak sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga wadah pengabdian. Ia berharap perantau semakin aktif berkontribusi terhadap pembangunan kampung halaman, terutama di bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Gedung Kebudayaan Sumbar Mulai Dibongkar, Kejari Padang Bakal Panggil Puluhan Saksi

“PKPS bisa bertahan hingga usia 66 tahun karena kita kompak. Kekompakan inilah yang harus terus dijaga agar organisasi semakin besar dan manfaatnya semakin nyata bagi masyarakat di Pesisir Selatan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PKPS, Bakri Maulana menilai usia ke-66 sebagai momentum untuk mempertegas peran organisasi. Ia menyebut PKPS selama ini telah banyak berkontribusi, baik membantu anggota di rantau maupun mendukung masyarakat di kampung halaman.

“PKPS sudah banyak berkontribusi, baik dalam membantu anggota di rantau maupun mendukung masyarakat di kampung halaman. Ke depan, mari kita tingkatkan peran ini agar manfaatnya semakin dirasakan oleh ma­­sya­rakat di Negeri Sejuta Pesona,” ucap Bakri.

Pria yang akrab disapa Pak BM itu juga menekankan pentingnya sinergi antara rantau dan ranah. Komunikasi yang erat, kata dia, akan memudahkan PKPS menjalankan program yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Baca Juga  Ribuan Perangkat Desa Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

“Kebersamaan, budaya, dan semangat ke­agamaan harus menjadi fondasi PKPS. Dengan itu, organisasi ini akan tetap hidup, kompak, dan memberi manfaat bagi perantau serta Pesisir Selatan, Negeri Sejuta Pesona,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wasekjen Bidang Sosial Budaya dan Agama DPP PKPS, Ahman Nurdin. Ia mengingatkan agar keberhasilan perantau di rantau harus dibarengi kepedulian terhadap kampung halaman.

Menurutnya, generasi muda perantau perlu me­ngambil peran lebih besar dengan gagasan segar agar organisasi mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan kematangan usia, PKPS diharapkan terus menjadi rumah pemersatu perantau Pesisir Selatan di seluruh Nusantara, serta memberi dampak luas bagi daerah asal yang kaya potensi alam dan budaya. (oza)