PADANG, METRO— Polda Sumbar mencatat ada sebanyak enam daerah di Sumbar yang dapat dikategorikan sebagai daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah itu di antaranya Kabupaten Limapuluh Kota, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, dan Pesisir Selatan.
Direktur Samapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas mengatakan, untuk enam daerah yang rawan karhutla itu telah dilakukan upaya mitigasi dan pengendalian yang melibatkan banyak pihak.
“Ada enam wilayah di Sumbar yang telah kita petakan. Bersama satuan kewilayahan. Kami a masih melakukan proses pemetaan kawasan sumber titik api apakah terjadi di perkebunan, permukiman, atau kawasan hutan,” kata Andre Anas, Jumat (14/8).
Andre Anas menjelaskan, seluruh Satuan Samapta di polres jajaran telah diarahkan melakukan mitigasi di wilayah masing-masing antisipasi karhutla tersebut.
“Apapun hasil mitigasi akan dilaporkan secara berjenjang untuk kita tindaklanjuti guna cegah terjadi karhutla,” kata dia.
Selain pemetaan, personel juga melakukan patroli di daerah yang dinilai rawan terdapat hotspot. Patroli dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
“Tim melakukan pengecekan terhadap lokasi titik yang terpantau. Untuk memastikan titik karhutla,” tuturnya.
Menurut AKBP Andre Anas, pihaknya juga berupaya untuk melakukan langkah mitigasi karhutla. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan stakeholder dan mengecek kesiapan peralatan untuk menangani karhutla.
“Selain memastikan kesiapan peralatan, kami juga mengarahkan satuan Samapta di polres jajaran melakukan mitigasi. Hasil pemantauan di masing-masing wilayah diminta dilaporkan secara berjenjang,” ujarnya.
Menurut AKBP Andre Anas, laporan dari jajaran akan ditindaklanjuti untuk mencegah terjadinya karhutla. Personel juga diarahkan melakukan patroli di daerah yang rawan terdapat titik api atau hotspot.
“Usaha preemtif, preventif, deteksi ini tetap dijalankan, seperti patroli untuk deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Mitigasi karhutla membutuhkan kerja sama sejumlah pihak. Penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian,” ujar dia.
Polri, kata AKBP Andre Anas, akan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam mencegah karhutla.
“Kami menghimbau masyarakat unrjm berhati-hati dalam menggunakan api, termasuk ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran lahan,” tuturnya. (*)






