BERITA UTAMA

47 Anak Keracunan, Pedagang Bakso Bakar Ditangkap

×

47 Anak Keracunan, Pedagang Bakso Bakar Ditangkap

Sebarkan artikel ini

Dari 47 anak korban keracunan, 22 di antaranya dirawat di RSI Ibnu Sina Yarsi Panti, 18 orang di RSUD Lubuk Sikaping dan 7 di Klinik Bidan Lusi di Panti.
PASAMAN, METRO–Korban keracunan bakso bakar di Jorong Petok dan Padang Alai, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, terus bertambah. Kamis (15/12), sudah 47 anak-anak menjadi korban. Sementara, pedagang bakso keliling, Sujono, berhasil diamankan aparat kepolisian di rumahnya.
Dari 47 anak korban keracunan, 22 di antaranya dirawat di RSI Ibnu Sina Yarsi Panti, 18 orang di RSUD Lubuk Sikaping dan 7 di Klinik Bidan Lusi di Panti. Direktur RSUD Lubuk Sikaping Dr Yong Marzuhaili, mengungkapkan 18 anak yang dirawat mengalami gejala yang sama dengan korban keracunan di RSI Ibnu Sina Panti. Diduga, bakso yang dikonsumsi seluruh korban mengandung bakteri yang biasanya terdapat dalam makanan yang sudah kedaluwarsa.
”Kemungkinan bakso sudah terkontaminasi dengan bakteri. Namun, untuk memastikannya harus didukung hasil penelitian dari BPOM. Seluruh anak-anak mengalami muntah dan pusin,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihak rumah sakit memberikan sejumlah obat-obatan seperti Donperidon yang dimasukkan dalam cairan infus, antasit dan obat-obatan lain. Semua obat-obatan itu mengantisipasi bakteri yang sudah masuk dalam tubuh para korban.
”Semua korban sudah mendapati perawatan medis, begitu pula di RSI Ibnu Sina. Hingga Kamis, 8 orang anak yang sudah bisa dipulangkan. Sementara 10 orang masih dalam tanganan medis. Sebab, kondisi fisik mereka sangat lemas,” pungkas dr Yong.
Sementara itu, Kapolres Pasaman AKBP Reko Indro Sasongko, membenarkan jumlah korban keracunan saat ini sudah mencapai 47 orang. Setelah meminta keterangan saksi, polisi berhasil mengamankan pedagang bakso bakar, Sujono (34), warga Lubuk Sikaping.
”Pedagang Sujono dijemput di kediamannya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Di rumah tersangka, aparat menyita bahan-bahan pengolah makanan yang terbuat dari olahan dasar pembuatan bakso bakar, seperti daging ayam, tepung terigu, kecap.
Pedagang itu sengaja diamankan untuk pemeriksaan dari apa saja tersangka dalam pembuatan olahan makanan tersebut. Dalam pemeriksaan sebut Reko, tersangka Sujono diminta untuk memberikan informasi terkait asal daging ayam.
”Sujono mengaku semua bahan untuk membuat bakso bakar diolah sendiri. Daging ayam juga dibeli. Meski demikian, Sujono belum ditetapkan sebagai tersangka, statusnya masih dalam pemeriksaan. Nanti, juga akan dipanggil sejumlah saksi-saksi seperti keluarga dekat korban,” sebutnya. (cr6)

Baca Juga  Akhir Pelarian Terpidana Korupsi Revitalisasi Balai Pemuda Kabupaten Solok, 8 Tahun jadi Buronan, Ditangkap di Batam