AGAM, METRO— Kebakaran besar terjadi di Jorong Ateh Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Minggu (15/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Musibah itu menghanguskan sedikitnya empa rumah milik warga hingga menimbulkan kerugian Rp 650 juta.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran besar ini. Namun, belasan warga terpaksa mengungsi lantaran rumahnya sudah habis dilalap si jago merah. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api yang membuat kebakaran itu menghanguskan empat unit rumah.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari Wali Nagari Sungai Landia, Rafli Suhaimi dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas piket melalui sambungan telepon dengan waktu respons hanya sekitar dua menit.
“Tim kami langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pos pemadam kebakaran. Warga setempat juga ikut membantu memadamkan api dengan membawa ember berisi air dan menyiramkannya ke titik api,” kata Fauzi kepada wartawan.
Menurut Fauzi, proses pemadaman berlangsung sekitar 60 menit dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran. Armada yang diterjunkan terdiri dari satu unit dari Sungai Tanang, satu unit dari Biaro, serta satu unit armada dan ranger dari Bukittinggi.
“Kami berupaya melakukan pemadaman semaksimal mungkin untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Tantangan saat pemadaman, bangunan yang terbakar berada di kawasan yang sempit dan padat permukiman,” tutur Fauzi.
Dirincikan Fauzi, empat rumah yang terbakar merupakan bangunan permanen milik warga setempat dan dilaporkan mengalami kerusakan total. Rumah pertama milik M Fahri dengan ukuran 12 x 10 meter diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta.
“Rumah kedua milik Irfan berukuran 10 x 8 meter ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Rumah ketiga milik Armedi berukuran 4 x 8 meter diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta. Dan rumah keempat milik Ermiyati berukuran 6 x 8 meter juga ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp100 juta,” tutur Fauzi.
Fauzi menambahkan, secara keseluruhan, total kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 650 juta. Selain itu, dipastikan dalam kebakaran kali ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
“Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait. Dengan adanya kebakaran ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan untuk mempercepat proses pemadaman,” tukasnya. (*)






