TANAHDATAR, METRO— Tiga pria dipergoki warga saat melakukan aksi pencurian satu unit mesin bajak di areal persawahan di Jorong Piliang Sani, Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung. Akibatnya, mereka nyaris dihakimi massa yang geram dengan perbuatan yang sangat merugikan tersebut.
Ketiga terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu (27/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Penangkapan berlangsung cepat setelah aparat kepolisian menerima laporan dan informasi awal terkait rekaman video aksi pencurian yang beredar di tengah masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Tanahdatar, Iptu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan Tim Black Panther sesaat setelah menerima laporan warga. Respons cepat ini dilakukan untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan serta mengamankan barang bukti.
“Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati ketiga terduga pelaku sudah lebih dulu diamankan oleh warga setempat. Berkat kesigapan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, para pelaku tidak sempat melarikan diri dari lokasi,” kata Iptu Iqbal, Selasa (29/9).
Dijelaskan Iptu Iqbal, ketiga pelaku masing-masing bernama Riki Sandra alias Riki (36), seorang sopir yang tinggal di Jorong Piliang Sani, Nagari Sumanik, Zulkifli alias Zul (31), yang bekerja sebagai pedagang dan berdomisili di Jorong Minang Jaya, Nagari Minangkabau dan Diki Mihendrik alias Diki (29), bekerja sebagai sopir dan tercatat sebagai warga Jorong Guguak Panjang, Nagari Sumanik.
“Terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi warga mengenai sebuah mesin bajak yang diduga hilang dari kawasan Pantar. Informasi itu kemudian diperkuat dengan adanya rekaman video yang menunjukkan aktivitas yang diduga berkaitan dengan pengambilan mesin,” ujar Iptu Iqbal.
Iptu Iqbal menambahkan, pemilik mesin yang mengetahui informasi tersebut kemudian mengecek lokasi tempat mesin bajaknya disimpan di Jorong Piliang Sani. Setelah diperiksa, mesin tersebut ternyata sudah tidak berada di lokasi.
“Pemilik selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. Respons cepat dari Tim Tim Black Panther dan partisipasi aktif warga akhirnya berbuah manis dengan tertangkapnya seluruh pelaku dalam kurun waktu kurang dari 24 jam,” ujarnya.
Iptu Iqbal menegaskan, pihaknya saat ini masih memeriksa ketiga terduga pelaku untuk mendalami keterlibatan masing-masing sekaligus melengkapi proses penyidikan kasus tersebut
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan siskamling guna mengantisipasi aksi pencurian alat pertanian di wilayah hukum Tanahdatar,” tutupnya. (*)






