AGAM/BUKITTINGGI
×

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN— Pelantikan pengurus DPK-IKAPTK Agam periode 2023-2028, di PPSDM Regional Baso beberapa waktu yang lalu.

Bupati Agam: Purna Praja Dididik jadi Aktor Penggerak Birokrasi Pemerintahan

AGAM, METRO–Bupati Agam Dr H Andri Warman mengatakan, Ikatan Keluarga Alumni Kependidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) adalah wadah seluruh alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan.

Organisasi ini menurut bupati, dibentuk untuk membina sikap loyal, integritas, dedikasi dan inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahan ungkapnya usai mengukuhkan DPK-IKAPTK Agam periode 2023-2028, di PPSDM Regional Baso baru baru ini.

“Anggota IKAPTK atau purna praja dididik dan dipersiapkan untuk menjadi aktor-aktor penggerak birokrasi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” katanya.

Dikatakan, secara khusus di Kabupaten Agam dapat dilihat eksistensi IKAPTK, dalam melahirkan tokoh- tokoh hebat dan pamong senior. Salah satunya Aristo Munandar yang juga mantan Bupati Agam dua periode.

Baca Juga  Sekda Imbau Perantau Berhati-Hati Saat Mudik Lebaran

“Sebagai kepala daerah sekaligus pembina IKAPTK Agam, kita berharap dan berupaya mendorong IKAPTK Agam kelak dapat memunculkan banyak sosok seperti pak Aristo Munandar,” sebutnya.

Bentuk dorongan tersebut katanya, dapat dilihat dari amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada purna praja, dalam struktur Pemerintah Kabupaten Agam.

“Purna praja di jajaran Pemkab Agam saat ini berjumlah 42 orang, dengan mayoritas mengisi jabatan-jabatan strategis,” sebut bupati.

Dengan begitu, dia mengimbau seluruh anggota IKAPTK yang ada di Pemkab Agam, untuk meningkatkan rasa korsa dan solidaritas demi mewujudkan Kabupaten Agam lebih maju.

Baca Juga  Pertemuan Iskada Sumbar, Agam Terima Bantuan Rp7,5 Juta untuk Warga Terdampak Bencana

Ketua DPP-IKAPTK Sumbar, Dr (HC) Martias Wanto mengatakan, dengan telah dilantiknya DPK-IKAPTK Agam periode 2023-2028 diketuai Welfizar ini, maka telah tersambung kepengurusan sebelumnya yang diketuai Retmiwati.

“Bahkan hampir semuanya yang menduduki jabatan. Tercatat eselon II sebanyak 11 orang, eselon III 14 orang, dan lainnya menduduki eselon IV dan juga ada belum cukup syarat untuk berjabatan,” terangnya. (pry)