BERITA UTAMA

Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan DPRD Pessel, Puluhan Warga dari 2 Nagari Desak Tahapan Pilwana Dihentikan

×

Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan DPRD Pessel, Puluhan Warga dari 2 Nagari Desak Tahapan Pilwana Dihentikan

Sebarkan artikel ini
UNJUK RASA— Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan DPRD Pessel mendesak tahapan Pilwana dihentikan karena diduga ada kecurangan.

PESSEL METRO— Puluhan warga dari Nagari Limau Gadang Lumpo dan Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Pesisir Selatan (Pessel) dan Kantor DPRD Pessel, Senin (5/1). Mereka menyampaikan keke­cewaannya atas kinerja dari panitia pelaksana Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).

Dengan membentangkan karton yang bertuliskan, hidupkan demokrasi, hentikan tahapan Pilwana di Nagari Limau Gadang Lumpo, kembalikan demokrasi, aksi damai penyampaian aspirasi mendapat pengamanan dari personel Polres Pessel dan Satpol PP.

Dalam orasinya di hadapan Guna­wan,  menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, salah seorang perwakilan aksi menyampaikan beberapa tuntutanya.

Baca Juga  Modus Dana Bantuan, Nama Wakil Ketua DPRD Sumbar Dicatut, Pengurus Masjid di Solok Tertipu, Uang Rp 50 Juta Raib

“Kami meminta taha­pan Pilwana di nagari kami dihentikan karena ada kecurangan. Kami meminta Pemkab Pessel untuk me­ngem­balikan hak-hak de­mokrasi telah ditungangi oleh kepentingan orang tertentu,” ungkap salah seorang orator.

Gunawan yang menemui pengunjuk rasa mewakili Pemkab Pessel mengatakan, pihaknya sudah mencatat aspirasi warga dan akan mengakomodir tuntutan warga dengan membahasnya bersama pimpinan dan lembaga terkait.

“Pilwana ini adalah ta­ha­pan untuk memilih pe­mimpin di nagari, ada tahapan demi tahapan, proses yang harus dilalui oleh para calon wali nagari yang ikut dalam Pilwana. Proses ini adalah pesta demokrasi di nagari,” tegas Gunawan.

Menurut Gunawan, apa­bila ada miskomunikasi panitia pelaksana di tingkat nagari ataupun tingkat kabupaten, tentunya akan dibicarakan untuk mencari apa menjadi permasalahan, karena Pilwana ini bukan menjadi tangung jawab dari BPMD, tapi juga Kepolisian dan Kejaksaan.

Baca Juga  Bemodal Tangga Kayu, Junaidi Curi Ratusan Kilo Biji Kakao di Gudang

“Kita akan tampung aspirasi telah disampaikan ini untuk dibahas, Insya Allah secepatnya apa menjadi tuntutan ini bisa mendapatkan jawaban. Saya meminta warga untuk bisa sabar menunggu hasil tindaklanjutnya nanti,” tutur dia.

Usai menyampaikan orasi dan tuntutanya, para pengunjuk rasa melanjutkan aksi damai di depan kantor DPRD Pessel.  Pantuan dilapangan ada juga beberapa perwakilan lainya dari beberapa nagarinya yang juga menyampaikan aspirasi yang sama. (rio)