BERITA UTAMA

Elektabilitas Gerindra 17,3 Persen, PSI Imbangi PAN

×

Elektabilitas Gerindra 17,3 Persen, PSI Imbangi PAN

Sebarkan artikel ini
GERINDRA— Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato politik saat puncak perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra.

JAKARTA, METRO— Pemilu 2029 memang dua tahun lagi. Namun, eskalasi politik dalam negeri semakin dinamis. Tingkat keterpilihan (elektabilitas) partai politik (parpol) mulai terlihat perubahan.

Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto masih berada di puncak, yakni 17,3 persen. Hasil tersebut merupakan sur­vei dari Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Setelah Gerindra terdapat PDI Perjuangan (16,8 persen) dan PKB (6,2 persen). “Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban,” kata Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah dalam keterangannya pada Senin (5/10).

Setelah Gerindra, PDIP dan PKB, Partai Nasdem yang memperoleh 7,3 persen; Golkar (6,1 persen); dan PKS (5,5 persen). Me­na­­riknya, PSI elektabilitasnya mengimbangi PAN yang sama-sama 4,3 persen. Perolehan PSI ini menyalip suara Demokrat (4,1 persen).

Baca Juga  KPK Janji Tindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gibran dan Kaesang

Menurut Irwan, data ter­sebut menunjukkan bah­­wa menjelang kontes­tasi politik di Pemilu 2029 ma­sih terdapat proporsi responden yang cukup besar yang belum memberikan pilihan atau belum menentukan jawaban, ketika ditanya mengenai partai politik pilihan mereka.

Adapun survei LKPI dilaksanakan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di hampir seluruh wila­yah Indonesia.

Metode pengambilan sampel menggunakan mul­tistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Baca Juga  24 Tahun POSMETRO PADANG, Terpercaya dan Berkualitas

Survei dilakukan melalui wa­wancara face to face dan pang­gilan telepon yang dipandu langsung oleh pewa­wan­cara. Wa­wan­cara telepon dilakukan ke nomor pon­­sel virtual yang dihasilkan secara acak, dengan ting­kat kontak melalui telepon selular sebesar 35 persen dan tingkat respons 33,1 per­sen.

Sementara itu, wawancara face to face mencapai 64,4 persen dengan tingkat respons sebesar 58,3 persen. (jpg)