PADANG, METRO—Peristiwa mengerikan terjadi kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Padang, di Jalan Raya Siteba, Kecamatan Nanggalo. Pasalnya, seorang dosen terjatuh dari lantai tiga hingga mengalami luka parah.
Insiden ini dilaporkan terjadi pada Selasa (23/6). Dosen bernasib malang ini diketahui bernama Yudistira Afconeri (37). Ia ditemukan tertelungkup dan tidak sadarkan diri. Pihak kampus lansung membawa korban ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan medis.
Kapolsek Nanggalo Iptu Muhammad Fariz membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Korban merupakan dosen Poltekkes Kemenkes Padang dan dikabarkan jatuh dari lantai 3 gedung kampus. Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 07.30 WIB,” kata Iptu Fariz kepada wartawan, Rabu (24/6).
Dijelaskan Iptu Fariz, hingga kini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti korban terjatuh karena masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya pun berupaya mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
“Sampai saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami elum bisa memastikan apakah korban jatuh karena dugaan percobaan bunuh diri, atau terjatuh karena unsur kelalaian bangunan atau hal lainnya,” ujar dia.
Iptu Fariz menegaskan, pihaknya telah memeriksa CCTV yang berada di sekitar Gedung Rektorat Poltekkes Kemenkes Padang, tempat korban diduga terjatuh. Hanya saja, hingga kini belum belum ditemukan rekaman yang mengarah ke lokasi kejadian.
“Kami lakukan penyelidikan ke tempat kejadian. Kami temukan bercak darah di samping kanan gedung rektorat. Di lantai tiga itu ada pagar pembatas. Kita juga sudah mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban,” tutur dia.
Terpisah, Kasubag Administrasi Umum dan Kepegawaian Poltekkes Kemenkes Padang, Elda Wati, mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum kejadian, aktivitas kampus berjalan normal hingga berubah menjadi kepanikan setelah korban terjatuh.
“Pukul 07.00 WIB, dosen dan pegawai sudah mulai datang ke kampus. Saya sedang mengambil absen pagi dan sekitar pukul 07.20 WIB masuk ke ruangan di lantai satu Gedung Rektorat,” kata Elda, Rabu (24/6).
Elda menambahkan, beberapa menit kemudian terdengar suara benturan dari luar gedung. Suara tersebut membuat sejumlah pegawai yang berada di dalam kantor langsung keluar untuk mencari sumber suara.
“Setelah dilakukan pengecekan, korban yang merupakan dosen Program Studi Keperawatan ditemukan dalam kondisi tergeletak di area samping Gedung Rektorat. Posisinya menelungkup dengan kedua tangan berada dekat badan dan wajah menghadap ke bawah,” ungkap Elda.
Elda menegaskan, hingga saat ini pihak kampus belum mengetahui penyebab pasti korban jatuh. Kampus menyerahkan proses penyelidikan kepada Kepolisian. Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.
“Kami hanya bisa menyampaikan apa yang kami lihat dan ketahui. Untuk penyebab maupun motifnya, kami tidak mengetahui dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.
Menurut Elda, korban diketahui telah mengabdi sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Padang selama sekitar tiga tahun. Di lingkungan kampus, korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik.
“Setahu kami beliau orangnya baik, ramah, murah senyum, dan aktif dalam kegiatan kampus. Bahkan saat ini beliau juga dipercaya menjadi ketua panitia dalam salah satu agenda kampus,” ucap Elda.
Korban Menjalani Perawatan Intensif
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil, Rizki Rasyidi mengatakan, pasien YA saat ini masih menjalani penanganan intensif oleh tim tim multidisiplin RSUP M Djamil Padang yang melibatkan dokter spesialis ortopaedi dan traumatologi serta dokter spesialis bedah saraf.
“Pasien saat ini masih dalam observasi dan pemantauan intensif oleh tim medis. Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh tim ortopaedi dan traumatologi bersama tim bedah saraf untuk memantau perkembangan kondisi pasien,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi medis, Rizki Rasyidi menuturkan, tim dokter telah merencanakan tindakan operasi pada bagian tulang panggul pasien. Namun sebelum tindakan dilakukan, kondisi pasien masih terus dipantau guna memastikan kesiapan medis secara menyeluruh.
“Rencana penanganan selanjutnya adalah tindakan operasi pada tulang panggul. Saat ini pasien masih dalam tahap observasi untuk memastikan kondisi medisnya optimal sebelum tindakan dilakukan,” jelasnya.
Rizki Rasyidi menjelaskan, pasien sebelumnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS M. Djamil dan tercatat masuk pada pukul 12.39 WIB. Setelah menjalani penanganan awal, pasien kemudian dipindahkan untuk menjalani perawatan intensif di ruang Lavender 3 RS M. Djamil.
“Kami memastikan seluruh pelayanan medis terhadap pasien dilakukan sesuai standar yang berlaku. Tim medis juga terus melakukan pemantauan berkala guna mendukung proses pemulihan pasien secara maksimal,” tutupnya. (*)






