SOLOK, METRO— Kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok terus berdatangan. PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bersama Hiswana Migas Sumatera Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga dan pengungsi, Rabu (23/9) sore.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, telur, selimut, popok, hingga tabung gas. Tabung gas tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan dapur umum yang masih beroperasi untuk melayani masyarakat terdampak bencana.
Bantuan diangkut menggunakan satu unit kendaraan pikap dan langsung dibawa ke lokasi penanganan bencana. Penyaluran ini menjadi bagian dari respons awal Pertamina dan mitra usahanya terhadap kondisi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascagalodo.
SBM Sumatra IV Gas Retail, Muhammad Hilal, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina Patra Niaga Sales Area Sumatera Barat bersama Hiswana Migas Sumatera Barat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga Sales Area Sumatera Barat turut menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya bencana ini. Semoga bisa segera pulih,” ujar Hilal, Rabu sore.
Menurutnya, kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan tahap awal. Karena itu, bantuan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga perlengkapan yang dibutuhkan pengungsi serta kebutuhan operasional dapur umum.
“Untuk hari ini kami menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, popok untuk pengungsi, dan juga tabung gas untuk keperluan dapur umum,” katanya.
Hiswana Migas Ikut Bergerak
Pertamina juga mengajak Hiswana Migas Sumatera Barat untuk bersama-sama merespons bencana yang melanda kawasan Arosuka dan sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Solok.
Hilal mengatakan, dukungan dari para mitra dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami mengajak teman-teman Hiswana Migas Sumatera Barat untuk bersama-sama merespons bencana yang sudah terjadi. Saat ini Hiswana Migas juga membantu sembako untuk kebutuhan para pengungsi,” ujarnya.
Gerak bersama tersebut menambah dukungan terhadap penanganan pascabencana yang hingga kini masih dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, relawan dan berbagai unsur lainnya.
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam setelah hujan berintensitas tinggi. Material lumpur, batu dan pasir kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan badan jalan Solok-Padang.
19 Rumah Rusak Berat
Dampak bencana tidak hanya mengganggu aktivitas pemerintahan dan akses transportasi, tetapi juga merusak rumah warga.
Berdasarkan data sementara yang diterima Pemerintah Kabupaten Solok hingga Rabu sore, tercatat 19 rumah mengalami rusak berat, 16 rumah rusak sedang, dan sekitar 40 rumah rusak ringan.
Sementara itu, data BNPB yang diberitakan sebelumnya menyebut sekitar 100 unit rumah terdampak secara keseluruhan. Pendataan dan verifikasi terhadap dampak bencana masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Bencana juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas pemerintahan. Laporan yang dihimpun sebelumnya menyebut sejumlah kantor OPD di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Solok mengalami kerusakan, dengan laporan terbaru yang menyebut 12 kantor OPD mengalami kerusakan berat.
Selain kerusakan bangunan, bencana sempat mengakibatkan akses jalan Solok-Padang terganggu akibat material lumpur dan bebatuan yang menutup badan jalan.
Pemkab Siapkan Hunian
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut membantu penanganan bencana. Menurutnya, dukungan tersebut datang dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, unsur vertikal, Forkopimda, hingga berbagai pihak lainnya.
“Terima kasih kepada semua pihak. Banyak sekali support, baik dari vertikal, Forkopimda, maupun pemerintah pusat. Alhamdulillah luar biasa dan tentu ini menjadi harapan bagi masyarakat kita yang terdampak,” kata Jon.
Ia menyebut kondisi penanganan bencana pada Rabu sore relatif kondusif dan terkendali. Namun, masyarakat tetap diminta bersabar dan meningkatkan kewaspadaan mengingat proses penanganan dan pemulihan masih berlangsung.
“Yang kita perlukan pertama kesabaran, sabar masyarakatnya. Insya Allah semua kita turunkan secara optimal. TNI, Polri, kejaksaan, semua membantu kita hari ini,” ujarnya.
Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, Pemkab Solok mulai menyiapkan skema hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap.
“Jangka pendeknya tentu persiapan dana tunggu hunian. Sementara itu, mungkin yang rumahnya rusak berat kita siapkan hunian tetapnya,” kata Jon.
Pertamina Siap Koordinasikan BBM
Selain bantuan logistik, kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasional alat berat juga menjadi perhatian dalam proses pembersihan material galodo.
Hilal mengatakan Pertamina masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok mengenai kemungkinan dukungan bahan bakar untuk alat berat yang digunakan dalam penanganan bencana.
“Untuk bantuan alat berat sendiri kami tentunya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah, khususnya terkait penyediaan bahan bakar dan masih dikomunikasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Sebelumnya, penanganan galodo juga melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR, BPBD, TNI, Polri dan relawan. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material lumpur, batu dan kayu yang menutup akses serta memasuki kawasan permukiman dan perkantoran.
Di tengah proses pemulihan tersebut, bantuan dari Pertamina dan Hiswana Migas diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang masih mengungsi dan membutuhkan pasokan pangan serta perlengkapan dasar. (*)






