PADANG, METRO—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut baik perluasan fasilitas layanan kesehatan dan hadirnya teknologi sistem bedah robotik di Rumah sakit Umum (RSU) Bunda Padang. Menurutnya, pengembangan rumah sakit bagian dari Bundamedik Healtycare System (BMHS) itu, akan berdampak besar terhadap masyarakat Sumbar.
“RSU Bunda Padang telah melengkapi peralatan bedahnya dengan robotik. Operasi lebih mudah, lebih detail, risiko bisa diminimalisir dan lebih cepat. Kepada pasien justru dampak operasinya tidak terlalu luas. Jika dulu sembuhnya berbulan-bulan sekarang bisa hitungan hari,” ungkap Mahyeldi saat meninjau fasilitas dan alat sistem bedah robotik di rumah sakit tersebut, Jumat (3/7).
Dengan hadirnya sistem bedah robotik di RSU Bunda Padang, tentunya pelayanan kesehatan di Sumbar tidak kalah dengan negara lain. “Kepada masyarakat sekarang sudah bisa operasi menggunakan robotik. Akan beri keuntungan dan kemudahan. Efeknya bisa diminimalisir,” tambahnya.
Menurut Mahyeldi, pengembangan yang dilakukan RSU Bunda Padang berdampak mendorong rumah sakit lain agar lebih baik lagi. “Sehingga yang selama ini masyarakat di Sumbar banyak nyeberang berobat ke negara lain. Sekarang bisa ke Rumah Sakit Bunda Padang,” terangnya.
Termasuk juga pengembangan fasilitas ruangan rawat inap dan tenaga medis di rumah sakit tersebut. Mahyeldi menilai fasilitasnya sangat bagus dan tenaga medisnya sudah sangat kompeten. “Kepada masyarakat yang butuh layanan terbaik, RSU Bunda pilihannya,” tambahnya.
Mahyeldi berharap pengembangan RSU Bunda Padang ini bisa berdampak kepada rumah sakit di Sumbar dengan terbangun kerja sama penguatan SDM melalui kegiatan pelatihan. “Kesuksesan ke depan butuh kolaborasi dan sinergi seluruh rumah sakit di Sumbar. Karena akan menjadi bagian memudahkan pelayanan. Kita menyambut baik kemajuan Rumah Sakit Bunda,” harapnya.
Hadir sat peninjauan Gubernur Sumbar tersebut, Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Komisaris Independen PT Bundamedik Tbk, drg. Arianti Anaya MKM. Juga hadir Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono dan Keluarga Besar BMHS, Ietje Rizal Sini.
Direktur RS Bunda Padang, dr. Helgawati mengatakan, RSU Bunda Padang kini memiliki ruang perawatan intensif (ICU) baru dengan kapasitas 12 tempat tidur yang telah dilengkapi ventilator. “Fasilitas tersebut didukung tenaga medis, sehingga rumah sakit siap menangani lebih banyak pasien kritis, tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ucapnya.
Selain itu, gedung baru yang mulai dibangun sejak 2025 juga dilengkapi fasilitas diagnostik modern, kamar operasi berteknologi tinggi yang mendukung layanan bedah robotik, serta ruang rawat inap dengan kapasitas awal 59 tempat tidur.
Ke depan, kapasitas tersebut ditingkatkan hingga mendekati 170 tempat tidur, seiring tingginya tingkat hunian pasien. Helgawati menegaskan, peningkatan layanan juga lewat penguatan kualitas SDM.
“Investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada SDM. Kami terus memfasilitasi tenaga medis untuk meningkatkan kompetensi, agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, juga meresmikan ruang operasi baru yang dilengkapi dengan teknologi terkini, untuk mendukung berbagai tindakan bedah dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi.
“Yang menjadi kebanggaan kami, hadirnya ruang operasi robotik, sebuah langkah besar menghadirkan layanan bedah berteknologi tinggi di Sumatera Barat. Teknologi ini memungkinkan prosedur bedah dilakukan dengan tingkat presisi lebih tinggi, sayatan yang lebih minimal, pemulihan yang lebih cepat, serta memberikan hasil klinis yang semakin optimal bagi pasien,” tambahnya.
Tidak kalah penting, RSU Bunda Padang juga menyediakan Ruangan Intensive Care terbaru, yang dirancang khusus, memberikan perawatan intensif terbaik bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.
Presiden Komisaris PT Bunda Medik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini menjelaskan, akses terhadap layanan pembedahan modern masih menjadi persoalan di Indonesia. Keterbatasan dokter spesialis dan teknologi membuat banyak pasien belum memperoleh layanan yang optimal.
Kehadiran teknologi bedah robotik di RSU Bunda Padang menjadi langkah strategis memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
“Teknologi robotik membantu meningkatkan presisi pembedahan sehingga pasien pulih lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan kualitas hidup setelah operasi menjadi lebih baik. Kalau dulu pasien mungkin membutuhkan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan setelah operasi besar, kini dengan teknologi modern, masa pemulihan bisa jauh lebih singkat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, perkembangan berikutnya, teknologi telerobotic surgery, yang memungkinkan dokter melakukan tindakan operasi dari lokasi berbeda. Dengan sistem tersebut, dokter spesialis di kota besar berpotensi menangani pasien di daerah lain tanpa harus berada di ruang operasi yang sama.
“Bisa saja nanti dokternya berada di Jakarta, sementara pasiennya di Padang, atau sebaliknya. Ini membuka akses baru bagi masyarakat mendapatkan pelayanan dari dokter terbaik tanpa dibatasi jarak,” jelasnya.
Meski demikian, Ivan menegaskan pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilakukan satu rumah sakit saja. Diperlukan kolaborasi lintas institusi, mulai dari rumah sakit, organisasi profesi, pemerintah, hingga dunia pendidikan, agar inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(fan)






